Dia menambahkan pencentakan uang kartal masih terus dilakukan. Adapun, BI dalam mencetak uang kartal menghitung kebutuhan masyarakat secara nasional. Serta melihat pergerakan nilai tukar rupiah dalam mengedarkan uang kartal.
" Pencetakan uang itu dilakukan BI menghitung proeksi kebutuhan nasional dan mengikuti tren dari non tunai. Kita sinergi kan juga makro dengan Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal dan kita juga meliht nilai tukar rupiah dari permintaan uang kartal," tandasnya.
(Fakhri Rezy)