Sebelum Dekorasi Dinding, Cari Tahu Dulu Fakta Tentang Cat

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 470 2389570 sebelum-dekorasi-dinding-cari-tahu-dulu-fakta-tentang-cat-IhQNCaIT8C.jpg Cat Tembok (Foto: Diynetwork)

JAKARTA – Banyak sekali jenis cat untuk berbagai kebutuhan yang beragam. Melukis, mengecat tembok, mural, dan lain-lain. Saking banyaknya, sering kali orang bingung menentukan cat yang tepat untuk kebutuhan mereka karena tidak tahu karakteristik cat.

Alhasil mereka memilih berdasarkan harga, padahal ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih cat. Berikut penjelasan mengenai pengetahuan dasar tentang cat, jenis cat apa saja yang ada, dan bagaimana memilih cat yang tepat, dilansir dari The Spruce, Selasa (6/4/2021).

Apa Itu Cat?

Cat merupakan campuran dari empat bahan dasar: pigmen, resin, pelarut, dan zat aditif. Pigmen adalah warnanya, dan resin adalah pengikat, atau lem. Pelarut adalah unsur yang membuat cat cair dan menguap saat cat mengering. Aditif memberikan karakteristik kinerja tertentu, seperti pemblokiran noda atau pembasmi jamur.

Baca Juga: Cara Manfaatkan Ruangan Dapur agar Terlihat Luas

Cat yang murah memiliki persentase pelarut per volume yang lebih tinggi daripada cat yang lebih baik. Akibatnya, pigmen dan resin dapat berkurang hingga 50 persen dalam satu galon cat murah. Artinya, sebagian besar yang diaplikasikan dengan cat murah adalah pelarut (air atau mineral), yang menguap begitu saja, meninggalkan sedikit pigmen. Itulah sebabnya orang harus melapis ulang hingga empat kali sampai warnanya bagus.

Belilah cat terbaik dan hindari mengecat lebih dari dua kali. Carilah produsen dengan reputasi yang baik, dan periksa labelnya untuk mencari produk yang mengandung sekitar 45 persen pigmen dan resin per volume.

Baca Juga: Inspirasi Desain Kamar yang Disukai Anak-Anak

Jenis Cat Berbasis Air vs Berbasis Minyak

Semua cat pada dasarnya terbagi dalam dua kategori pelarut: berbasis air atau berbasis minyak. Cat berbahan dasar air sebenarnya mengandung air sebagai pelarut, tetapi cat ini paling sering disebut "lateks" meskipun tidak mengandung lateks. Banyak cat berbahan dasar air dibuat dengan akrilik dan dapat disebut "lateks akrilik".

Label cat berbahan dasar minyak sama membingungkannya, karena sebenarnya tidak dibuat dengan minyak. Cat ini memiliki pelarut dari mineral spirit (juga dikenal sebagai tiner) atau resin alkyd. Alkyd dapat diencerkan dengan tiner, dan cat lateks diencerkan dengan air.

Berikut karakteristik cat lateks:

- bisa bersih dengan air dan sabun

- ramah lingkungan karena mengandung sedikit VOC

 - fleksibel

- dapat mencegah jamur dan kelembapan

- cepat kering

- tersedia dalam berbagai warna dan kilap

Karakteristik cat alkyd

- mudah digosok, kilau yang lebih tinggi, dan tahan lama dibanding lateks

- kering lebih lama

- biasanya lebih mahal

- bau karena mengandung banyak VOC

 - dibersihkan harus menggunakan tiner 

Jenis cat yang mengkilap

Ketika memilih cat, salah satu yang menjadi pertimbangan adalah tingkap kemilaunya. Ada empat jenis dasar:

Polos: memiliki kilau paling sedikit. Keuntungannya adalah cat menyembunyikan ketidaksempurnaan dengan baik dan permukaan yang dicat menciptakan sedikit kilau. Kerugiannya adalah tidak terlalu bisa dicuci. Biasa digunakan untuk langit-langit rumah.

Satin: Jenis cat ini memiliki jumlah kilau sedang sehingga agak menyembunyikan ketidaksempurnaan dan menghasilkan kilau yang relatif sedikit. Cukup mudah dicuci. Karakteristik ini menjadi pilihan standar untuk semua ruangan, kecuali dapur dan kamar mandi.

Semi-gloss: Opsi ini digunakan di dapur, kamar mandi, ruang cuci, dan area serupa yang membutuhkan daya pencucian dan ketahanan kelembaban tinggi dari cat glossier.

Gloss: Cat gloss digunakan pada trim/dekorasi, pintu, dan lemari karena kuat dan mudah dicuci. Cat ini juga memantulkan banyak cahaya, yang membuat elemen kecil bisa mencolok dengan menggunakan cat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini