Komisaris BUMN Dituding Telantarkan Anak, Apa Kata Kementerian?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 320 2390397 komisaris-bumn-dituding-telantarkan-anak-apa-kata-kementerian-0i4JX6cfFx.png BUMN (Foto: Instagram Kementerian BUMN)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakui belum bisa memproses dugaan penelantaran anak yang dilakukan salah satu komisaris BUMN. Mengingat, pemegang saham belum mengetahui pelaku dalam kasus tersebut.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan, Kementerian BUMN akan melakukan proses tindaklanjut, jika tudingan tersebut dipastikan benar adanya. Khususnya, pelaku yang kait-kaitan sebagai salah pejabat BUMN itu.

"Kita belum tahu siapa, jadi belum bisa menanggapi dan belum tahu kasusnya bagaimana," ujar Arya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Disentil Dahlan Iskan, Begini Parahnya Kondisi Keuangan BUMN Karya 

Tudingan penelantaran anak tersebut mencuat usai, Era Setyowati atau Sierra mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dalam kunjungan itu, Sierra menyebut, anaknya ditelantarkan oleh seorang pria berinisial M.

Pria yang dimaksud adalah seorang profesor, guru besar di salah satu universitas di Bandung, bahkan menjabat sebagai komisaris BUMN.

"Dia ini berkenalan dengan seorang guru besar, Prof M, guru besar di perguruan tinggi negeri favorit di Bandung, dan Mr M ini juga komisaris independen di BUMN terkemuka. Jadi kami tidak perlu sebut terlalu jauh," kata Razman Nasution, kuasa hukum Sierra kepada wartawan.

Sierra melalui kuasa hukumnya mengklaim mau membiayai anak tersebut, tapi tidak dengan Sierra. Itu dikarenakan pria berinisial M itu sudah beristri dan sang istri saat itu juga datang bersamanya.

"Di situ ia minta untuk anak tersebut dibiayai oleh dia tanpa melibatkan Era, bagaimana mungkin Era mau karena dia (M) punya istri, Era mau tetap dia yang urus. Dan ketika kita sampaikan soal biaya ini, dia merasa sangat tersinggung, karena ini penghinaan kepada dia karena seorang anak harus dibiayai dan diurus sampai dewasa," tutur Razman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini