Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investor Tunggu Laporan Keuangan Emiten, Wall Street Melemah

Antara , Jurnalis-Rabu, 07 April 2021 |07:23 WIB
   Investor Tunggu Laporan Keuangan Emiten, Wall Street Melemah
Wall Street (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), namun S&P 500 masih mendekati rekor penutupan tertinggi yang dicatat dalam beberapa sesi berturut-turut. Investor mempertimbangkan data ekonomi AS yang lebih kuat terhadap kegelisahan tentang laporan laba kuartalan yang akan datang.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 96,95 poin atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 33.430,24 poin. Indeks S&P 500 turun 3,97 poin, atau 0,10 persen, menjadi berakhir di 4.073,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 7,21 poin atau 0,05 persen, menjadi menetap di 13.698,38 poin.

Lima dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi merosot 0,38 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor utilitas menguat 0,53 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Baca Juga: Data Ekonomi AS Menguat, Wall Street Cetak Rekor Tertinggi 

Penurunan terjadi sehari setelah reli yang mengirim Indeks Dow Jones dan Indeks S&P 500 ke rekor tertinggi. Investor menilai keuntungan bertahan di sektor-sektor yang sensitif secara ekonomi seperti industri dan material yang telah memimpin kenaikan harga-harga.

Saham banyak perusahaan yang sensitif secara ekonomi diklasifikasikan sebagai value stocks. Namun saham-saham pertumbuhan atau growth stocks yang mencakup banyak saham di sektor jasa teknologi dan komunikasi telah menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Lowongan kerja AS naik pada Februari ke level tertinggi dua tahun saat perekrutan meningkat. Data tersebut datang setelah laporan penggajian yang kuat pada Jumat (2/4/2021) dan laporan pada Senin (5/4/2021) yang menunjukkan aktivitas di sektor jasa naik ke rekor tertinggi pada Maret.

Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan global menjadi 6,0 persen tahun ini dari 5,5 persen, tingkat yang tidak terlihat sejak tahun 1970-an.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement