Cerita Sandiaga Uno Datangi Koloni untuk Berikan Masker

Hafid Fuad, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 320 2390763 cerita-sandiaga-uno-datangi-koloni-untuk-berikan-masker-9uI6em7FqX.jpg Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Okezone.com)

 JAKARTA – Pemerintah terus melakukan inspeksi ke destinasi wisata di Indonesia demi menemukan solusi yang tepat di setiap daerah. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf RI Sandiaga Uno menilai, yang terpenting saat ini destinasi wisata harus melaksanakan protokol kesehatan yang benar dan disiplin. Sosialisasi dan edukasi menjadi tantangan besar yang harus dilakukannya.

Baca Juga:  Aksi Terorisme, Sandiaga: Sektor Parekraf Sangat Bergantung pada Keamanan

"Di Canggu, Bali, katanya ada koloni yang tidak mau pakai masker. Saya datangi berikan edukasi pentingnya pakai masker. Ini sudah mandatori. Kita kasih contohnya di AS, saat dibebaskan masker angka positif langsung naik. Kita tidak bisa buka Bali kalau masih banyak yang melanggar. Jadi wear a mask lah," ujar Sandiaga dalam webinar HUT Okezone di Jakarta (7/4/2021).

Dia juga menekankan pentingnya rasa nyaman dan aman untuk memancing masyarakat percaya kembali berwisata. "Saya terus sosialisasi trip yang aman. Mulai dari airport, proses testing, lalu kondisi destinasi dalam menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Baca Juga:  Matangkan Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali, Sandiaga Uno Jaring Aspirasi Seluruh Pelaku Usaha Parekraf

Lebih lanjut dia juga bercerita saat berkunjung ke desa wisata binaan BCA di Bangka Belitung. Masyarakat mengeluhkan ongkos kirim produk yang memberatkan. Jadi produk yang dipromosikan terkena ongkir yang mahal. Karena itu sekarang kami pikirkan strategi kolaborasi dengan industri logistik.

“Harapannya di destinasi wisata bisa ditekan ongkirnya bahkan dibebaskan," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga berkolaborasi dengan e-commerce seperti Tokopedia, tiketcom, Blibli dan banyak lainnya semua diajak bergabung. Karena Pemerintah tidak ingin ada yang ekslusif.

"Masalah utama adalah pariwisata Indonesia sedang terpuruk dan kita harus menciptakan peluang pasar dan peluang usaha," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini