Cara Menghentikan Kebiasaan Berhutang, Cek di Sini

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 622 2391388 cara-menghentikan-kebiasaan-berhutang-cek-di-sini-Cy8dRAkVwT.jpg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Cara menghentikan kebiasaan berhutang bisa dilakukan dengan mengelola hutang dengan baik. Berhutang mungkin lebih dikenal sebagai keputusan keuangan yang negatif dan harus dihindari oleh siapa saja. Banyak kasus di mana orang bisa terjerat hutang dan menjadi sebuah kebiasaan atau rutinitas yang tidak bisa dilepaskan.

Selain itu, semakin mudahnya teknologi saat ini memunculkan banyak alternatif untuk berhutang. Orang biasanya terlena karena kemudahan kartu kredit ketika berbelanja. Kemajuan fintech juga memunculkan fenomena pinjaman online yang sangat mudah diakses dan siapapun bisa memanfaatkannya, baik secara bertanggung jawab maupun ceroboh.

Baca Juga: Masa Tua Banyak Duit, Ini Pentingnya Perencanaan Tabungan Pensiun

Namun faktanya, hutang bisa saja dikelola dengan baik dan bisa mendatangkan manfaat. Perencana keuangan Eko Endarto mengatakan, hutang yang bagus misalnya digunakan untuk investasi.

“Hutang juga ada yang bagus, ada yang buruk. Kalau hutangnya bagus misalnya untuk investasi, ya ga masalah artinya dia berhutang untuk mendapatkan aset, dan aset itu terus meningkat nilainya,” ucap Eko kepada Okezone, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: Tips Keluar dari Jeratan Utang Kartu Kredit

Masalah datang ketika hutang yang menjerat itu hutang konsumtif yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup dan kebutuhan konsumtif. Menurut Eko, orang seperti itu mengorbankan masa depannya untuk bayar cicilan yang biasanya diambil dari tabungannya sendiri.

“Jadi dia tidak menabung, tapi dia juga harus bayar cicilannya. Ketika seseorang itu terkena masalah hutang, selalu ingat untuk masa depan. Kalau sudah berkeluarga misalnya, ingat anaknya, kalau tidak berkeluarga ingat masa pensiunnya, sebab ketika dia berhutang berarti dia kehilangan waktunya dan kesempatan untuk berinvestasi, dia mengorbankan investasinya,” jelas Eko.

Namun, bagi beberapa orang, berhutang adalah sebuah pilihan di kala situasi mendesak. Tidak jarang orang dengan penghasilan kecil memiliki banyak pengeluaran tambahan yang tidak diduga. Misal, bagi generasi sandwich saat ini harus memenuhi kebutuhan orang tuanya, atau tiba-tiba ada situasi darurat yang tidak diharapkan.

Perencana keuangan Agustina Fitria menjelaskan solusi untuk orang berhutang karena kebutuhan mendesak dan disebabkan karena kondisi yang tidak bisa dikendalikan.

“Suka berhutang itu berarti kan ada sesuatu yang bermasalah, pertama dikarenakan penghasilan seseorang itu kurang, di bawah UMR, belum lagi harus menghidupi orang tua atau adik-adiknya, makanya dia terpaksa harus berhutang. Berarti solusinya dia harus cari penghasilan tambahan supaya dia bisa melunasi hutangnya dan tidak berhutang lagi,” terang Agustina kepada Okezone.

Berbeda kasusnya ketika seseorang dengan penghasilan yang besar tapi memiliki kebiasaan berhutang. Agustina menjelaskan langkah untuk mengatasi hutang konsumtif yaitu dengan komitmen untuk mengelola pengeluaran dan melakukan penghematan.

“Kalau masalahnya yang lain misal dia gajinya lumayan tapi suka hutang berarti pengeluaran dia yang terlalu besar. Cara keluar dari kebiasaan itu ya harus ada komitmen dari dirinya sendiri, dia mau gak seperti itu terus, harus lakukan penghematan di bagian mana nih yang harus dikurangi sambil cicilannya dilunasi, kalau belum beres jangan ambil hutang baru,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini