Cara OJK 'Sentil' Emiten hingga Manajemen Investasi Bandel

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 278 2391934 cara-ojk-sentil-emiten-hingga-manajemen-investasi-bandel-4Gl3uXBO40.jpg Saham (Shutterstock)

BALI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan supervisory action terhadap perusahaan efek baik emiten hingga manajemen investasi bandel sepanjang tahun 2020 hingga 6 April 2021. Adapun tindakan yang dilakukan OJK diantaranya suspensi.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Linda Sari mengatakan, pihaknya mengenakan suspensi transaksi reksa dana atau pembuatan produk investasi terhadap 39 manajemen investasi (MI).

 Baca juga: Sebelum Trading Saham, Investor Harus Kepo dan Peka

Selain itu, tindakan tertentu berupa penghentian kegiatan terhadap tujuh perusahaan efek serta tindakan berupa perintah untuk melakukan tindakan tertentu terhadap 8 perusahaan efek (PE).

"Untuk PE dan MI yang paling sering kegiatan pemasaran tanpa izin jadi biasanya yang menawarkan produk pegawai PE nya tanpa izin perorangan itu yang paling sering," ujar Yunita dalam acara Pelatihan dan Gathering Wartawan Media Massa di Bali, Jumat (9/4/2021).

 Baca juga: Mengetahui Profil Risiko Investor

Yunita menambahkan, pihaknya juga memberikan teguran tertulis terhadap delapan PE, tiga pemegang saham PE, 11 orang perorangan. Lalu, peringatan terhadap satu PE, pembekuan izin terhadap lima wakil perantara perdagangan efek (WPPE) serta penilaian kembali pihak utama satu direktur utama PE.

"Tindakan tertentu juga dilakukan dalam bentuk untuk melakukan perbaikan 12 Kantor Akuntan Publik (KAP), enam penilai, lima konsultan hukum, tiga notaris, satu perusahaan pemeringkat efek, satu wali amanat dan satu biro administrasi efek," kata dia.

OJK juga menerapkan perintah tindakan tertentu terhadap 12 bank kustodian serta pendalam kasus pelanggaran terhadap 15 saham dan empat Perantara Efek Bersifat Utang dan Sukuk. Tidak hanya itu, tindakan pendalaman kasus juga diterapkan terhadap lima waran, 22 emiten, satu akuntan publik serta dua penilai.

"Kalau 15 saham itu surveilance untuk pergerkan sama tradingnya kalau emiten itu kita kan melakukan analisisi dalam pelaporan emiten pelaporan laporan keuangan, realisasi penggunaan dana, itu yang 22 emiten" ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini