Industri Manufaktur RI Unjuk Gigi di Pameran Teknologi Terbesar Dunia

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 12 April 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 320 2393150 industri-manufaktur-ri-unjuk-gigi-di-pameran-teknologi-terbesar-dunia-foD2ijdvvs.jpg Menperin Agus Gumiwang. (Foto: Okezone.com/Kemenperin)

JAKARTA - Partisipasi Indonesia sebagai official partner country Hannover Messe 2021: Digital Edition akan memberikan manfaat luar biasa, terutama bagi sektor industri dan perekonomian. Pameran teknologi industri terbesar di dunia yang digelar pada 12-16 April 2021 bakal dimanfaatkan Indonesia dalam melakukan national branding atas posisinya sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi dunia dan pemain manufaktur global.

"Momentum ini juga dapat menjadi ajang menunjukkan kepada dunia tentang kemampuan sektor manufaktur di Indonesia dalam upaya bertransformasi menuju era industri 4.0," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (12/5/2021)

Hannover Messe merupakan pameran dagang terkemuka dunia untuk teknologi industri, dengan tradisi yang telah berjalan selama lebih dari 72 tahun. Eksibisi ini memiliki eksposur internasional yang kuat, sebagaimana dicirikan dalam penyelenggaraan pada 2019 yang mencatat lebih dari 6.500 exhibitors dari 75 negara di seluruh dunia dan menempati lahan seluas 227 ribu meter persegi.

Baca Juga: Menko Airlangga: Kenaikan Indeks Manufaktur Momentum Pemulihan Ekonomi

Agus menuturkan, keikutsertaan Indonesia sebagai official partner country Hannover Messe 2021: Digital Edition yang pertama dari ASEAN ini menjadi salah satu bagian dari implementasi transformasi industri 4.0 yang arah kebijakannya dituangkan dalam Making Indonesia 4.0.

Sasaran utama inisiatif Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekonomi terbesar dunia pada 2030 dengan tiga aspirasi utama, yaitu 10 persen kontribusi ekspor netto terhadap PDB, dua kali peningkatan produktivitas terhadap biaya, dan dua pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Tujuh sektor industri telah ditetapkan sebagai fokus prioritas Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan busana, industri otomotif, industri kimia, industri elektronika, industri farmasi, dan industri alat kesehatan. Ketujuh sektor ini dipilih karena dapat memberikan kontribusi sebesar 70% dari total PDB manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur, dan 60% pekerja industri.

Baca Juga: Indeks Manufaktur RI Naik 53,2 Berkat PPnBM, Menperin: Ini Tertinggi

"Kemenperin menjalankan strategi prioritas untuk menyukseskan Making Indonesia 4.0 meliputi, perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, akomodasi standard sustainability, pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM), membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pembentukan ekosistem inovasi, menerapkan insentif investasi teknologi, dan harmonisasi aturan dan kebijakan," papar Agus.

Pada Hannover Messe 2021: Digital Edition, Indonesia tampil dalam platform digital expo, conference, dan networking. Keikutsertaan Indonesia sebagai partner country didukung 156 eksibitor yang terdiri dari kementerian dan lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perguruan tinggi, dan perusahaan swasta nasional.

Dari jumlah tersebut, kontribusi eksibitor terbesar berasal dari perusahaan besar sebanyak 65 perusahaan, perusahaan startup sebanyak 63 perusahaan, BUMN 14 perusahaan, delapan kawasan industri, empat kementerian dan lembaga, serta dua asosiasi industri. Di antara 156 eksibitor, 93 di antaranya merupakan pendaftar baru dan 63 eksibitor merupakan calon peserta Hannover Messe 2020 yang dibatalkan pelaksanaannya akibat pandemi covid-19.

Dalam rangkaian agenda Hannover Messe 2021, pemerintah telah menyiapkan beberapa kerja sama di bidang industri baik itu dalam kerangka Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B).

Hannover Messe 2021 akan menampilkan digitalisasi presentasi produk, beragam tema conference dan business matchmaking berbasis perangkat lunak, sehingga secara langsung merupakan terobosan, inovasi dalam eksibisi teknologi solusi industri.

"Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi, kerjasama industri, dan kesepakatan bisnis. Lebih dari itu, diharapkan Indonesia semakin menjadi daya tarik di lingkungan global," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini