Berbisnis dengan Etika, Ini 5 Konsep Marketing yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 455 2394129 berbisnis-dengan-etika-ini-5-konsep-marketing-yang-dilakukan-nabi-muhammad-saw-q4Y4gsYK9M.jpg (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Salah satu konsep yang tidak bisa dilepaskan dalam kegiatan berbisnis adalah marketing atau pemasaran. Ketika persaingan bisnis, baik itu penjualan barang atau jasa, semakin mengalami peningkatan alhasil pengusaha harus mengerahkan trik marketing yang ampuh untuk memasarkan produknya secara tepat sasaran.

Marketing dalam bisnis adalah sebuah konsep yang dimunculkan untuk menghasilkan sebuah penjualan atau lebih jauh diharapkan dapat mendatangkan keuntungan untuk perusahaan maupun individu.

Baca Juga: Menengok Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Sukses Berdagang di Usia Muda

Konsep marketing modern kerap diidentikan dengan trik untuk menghasilkan keuntungan besar, hal ini melahirkan praktisi-praktisi bisnis yang hanya memikirkan hasil akhir berupa materi tanpa memikirkan etika dalam berbisnis. Seperti saling menjatuhkan saingan, berbohong, dan lain sebagainya. Tidak jarang yang akhirnya hancur di tengah jalan.

Padahal salah satu hal terpenting dalam berbisnis adalah menciptakan pelanggan setia atau loyal, pengusaha harus menarik kepercayaan konsumen bahwa bisnisnya berkualitas dan sehat. Praktik marketing seperti ini ternyata sudah dilakukan ratusan abad yang lalu. Salah satunya oleh Nabi Muhammad.

Baca Juga: 7 Prestasi Konkret Nabi Muhammad SAW yang Sukses Berbisnis di Usia 25 Tahun

Nabi Muhammad bergelar Al-Amin yang artinya jujur dan bisa dipercaya. Nabi Muhammad juga terkenal sebagai seorang pengusaha yang sukses pada abad ke tujuh masehi. Beliau telah mengamalkan konsep marketing yang bisa menyukseskan kegiatan berdagangnya.

Dalam buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo,  Rabu (14/4/2021), ada 5 konsep marketing yang dilakukan Nabi Muhammad. Dengan lima konsep tersebut, pengusaha bisa menghasilkan kepercayaan konsumen, dan loyalitas akan lahir dengan sendirinya. Berikut penjelasannya.

Sikap Jujur ditempatkan sebagai konsep pertama dalam konsep dagang Nabi Muhammad. Kejujuran dalam berdagang merupakan sifat dasar bagi pengusaha untuk mendapatkan kepercayaan pembeli. Jika pengusaha ketahuan tidak jujur, hancur sudah loyalitas konsumen kepada produk mereka.

Selain kejujuran, ikhlas merupakan konsep kedua dalam kegiatan berbisnis ala Nabi Muhammad. Konsep ikhlas akan membentuk pribadi pengusaha menjadi seseorang yang tidak lagi memandang materi sebagai tujuan utama dan lebih terbuka terhadap semua keuntungan dan kegagalan, baik materi maupun nonmateri.

Kedua konsep tersebut dibingkai dengan konsep ketiga yaitu sikap profesionalisme. Nabi Muhammad memberikan contoh seseorang yang profesional mempunyai sikap yang berusaha maksimal dalam mengerjakan sesuatu atau menghadapi suatu masalah. Pengusaha dengan sikap ini tidak mudah menyerah dan menghindar dari sebuah risiko.

Lalu konsep keempat menjadi jembatan yang menghubungkan pengusaha dengan manusia lainnya. Silaturahmi adalah dasar pergerakan Nabi Muhammad dalam membina hubungan baik, tidak hanya dengan pelanggan atau investor, tetapi juga dengan calon pelanggan bahkan kompetitor.

Terakhir, konsep murah hati melengkapi konsep-konsep sebelumnya. Bermurah hati dalam berbisnis merupakan konsep yang digunakan oleh Nabi Muhammad dalam melakukan kegiatan perdagangannya sehari-hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini