Keuangan BUMN Karya Berdarah-darah, Ini Kata Dirut WIKA

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 320 2394744 keuangan-bumn-karya-berdarah-darah-ini-kata-dirut-wika-Nd20Bc4pER.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Isu mengenai keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang rugi kembali muncul. Hal tersebut menyusul kinerja keuangan perusahaan BUMN Karya yang anjlok akibat pandemo covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Wijaya Karya atau WIKA Agung Budi Waskito mengatakan, selama lima tahun sebelumnya keuangan perusahaan BUMN cukup lancar. Hal ini tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur yang begitu masif yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga: Kementerian BUMN 23 Tahun, Erick Thohir: Kita Masih Terus Berjuang

Namun dalam beberapa waktu belakangan, pendapatan dari perusahaan BUMN karya termasuk WIKA mendapatkan sorotan. Merosotnya pendapatan Wika tidak terlepas dari adanya pandemi covid-19.

Sebagai gambaran, jika melihat dari sisi pendapatan misalnya yang merosot akibat adanya pandemi covid-19. Pada 2020 lalu, laba bersih perseroan hanya Rp322 miliar, padahal di tahun sebelumnya mencatatkan keuntungan bersih Rp2,6 triliun.

Baca Juga:  20 Perusahaan Antre IPO, BEI: Kami Tunggu BUMN

“Dalam 5 tahun terakhir pemberitaan pesat pembangunan infrastruktur oleh BUMN karya. Namun dalam sebulan atau 2 minggu terakhir pemberitaannya mengenai keuangan BUMN karya yang berdarah-darah. Sehingga kami perlu sampaikan situasi saat ini akibat pandemi Covid-19," ujarnya dalam acara Webinar, Rabu (14/4/2021).

Agung menjelaskan, perseroan sendiri memiliki beberapa departemen yang terdiri dari infrastruktur, gedung, energi dan Departemen luar negeri. Sedangkan anak usahanya ada sekitar 7 perusahaan yang di antaranya juga sudah beberapa yang melantai atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Ini yang membuat Wika jatuh bangun tapi tetap bangun terus kita,” ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Agung, perseroan masih mampu bertahan dan tetap mencatatkan keuntungan ditengah pandemi covid-19. Hal ini tidak terlepas dari upaya perseroan, di mana masing-masing perusahaan dan anak usaha memiliki portofolio yang berbeda-beda sehingga tidak terjadi bentrokan.

“Kita ada beberapa portofolio yang berbeda-beda gitu ya dari induk sampai anak jadi kalah satu reality mati, maka makan perusahaan beton precast jadi sampai sekarang masih eksis,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini