Mudik Dilarang, UMKM Daerah Makin Bangkrut

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 455 2395149 mudik-dilarang-umkm-daerah-makin-bangkrut-evzsqIx5RE.jpg UMKM (Foto: Okezone)

JAKARTA - Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah ternyata berdampak pada sektor UMKM. Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan bahwa UMKM di daerah mengalami penurunan omset ketika mudik dilarang.

"Khususnya sektor retail, makanan minuman, perhotelan dan jasa transportasi," ungkap Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Kamis(15/4/2021).

Baca Juga: Mudik Dilarang, KAI Tunggu Arahan soal Penjualan Tiket Lebaran

Biasanya, momen mudik dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan omzet hingga 30-40% lebih tinggi dari bulan biasanya.

"UMKM daerah yang tadinya mau rekrut tenaga kerja terpaksa membatalkan karena ada pelarangan mudik. Bukan tidak mungkin UMKM yang tutup permanen di daerah semakin banyak," terang Bhima.

Baca Juga: Mudik Dilarang, Pelni Tak Jual Tiket dan Sulap Kapal Penumpang Jadi Logistik

Terkait dengan larangan mudik, Bhima pun menyarankan kepada pemerintah agar sebaiknya sektor perhotelan dan transportasi segera di berikan relaksasi pinjaman kredit agar ada kelonggaran, terutama dalam pemberian THR kepada para karyawannya yang tahun ini tidak boleh dicicil.

"Ini memang koridor OJK, tapi tentunya pemerintah bisa mendorong OJK agar memperpanjang relaksasi pinjaman," tambahnya.

Menurut Bhima, pemerintah juga bisa berikan subsidi bunga dan subsidi tunai langsung. "Untuk subsidi uang tunai bisa diprioritaskan ke pekerja di kedua sektor yang rentan PHK. Misalnya selama bulan Mei-Juni diberikan Rp3-5 juta per bulan kepada tiap pekerja yang rentan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini