Maaf, BLT Subsidi Gaji Tak Akan Cair Sebelum Lebaran

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 320 2397823 maaf-blt-subsidi-gaji-tak-akan-cair-sebelum-lebaran-nJWa7V7BT7.jpg BLT Subsidi Gaji (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan memastikan dana sisa Bantuan Lansung Tunai (BLT) subsidi gaji tahun 2020 tak akan cair sebelum Lebaran. Bagi mereka yang belum menerima BLT sebesar Rp2,4 juta pada tahun lalu, tak usah berharap untuk menggunakan uang tersebut saat momentum Idul Fitri 1442 Hijriah nanti.

"Ya kalau untuk mau Lebaran belum tentu bisa," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Aswansyah kepada Okezone, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga: Penyaluran Bansos Mei-Juni Dirapel untuk Lebaran

Dia menyebut, kini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang melakukan audit anggaran BLT gaji di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

"Nanti kalau BPK sudah menerima angka dari kami, lalu cocok, kami ajukan ke Kemenkeu," ujarnya.

Seperti diketahui, target penerimaan BLT gaji tahun 2020 sendiri sebanyak 12.403.896 orang dengan anggaran sebesar Rp29.769.350.400.000.

Baca Juga: Pencairan BLT Subsidi Gaji Terkendala Audit BPK

Namun, hingga 31 Desember 2020, anggaran itu baru terealisasi sebesar Rp29.416.358.400.000 atau 98,81%. Artinya, dana sisa yang dikembalikan ke kas negara sebesar Rp352.992.000.000.

Sebagai informasi, berikut beberapa syarat untuk menerima bantuan subsidi gaji/upah:

Pertama, penerima subsidi harus mereka yang terdaftar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Tentunya harus dibuktikan dengan NIK.

Kedua, yang berhak mendapatkan subsidi tersebut ialah pekerja atau buruh penerima gaji atau upah.

Ketiga, terdaftar sebagai penerima aktif progrgam Jamsos BPJS Ketenagakerjaan. Dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan.

Keempat, kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020.

Kelima, peserta aktif program Jamsos Ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp5.000.000 (Lima Juta Rupiah). Sesuai dengan upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Keenam, memiliki rekening bank aktif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini