Suku Bunga Kredit Bank BUMN Turun, Bank Swasta Masih Cari Untung

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 320 2397873 suku-bunga-kredit-bank-bumn-turun-bank-swasta-masih-cari-untung-K94ZKYM4oX.jpg Perbankan (Shutterstock)

JAKARTA - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sejak 2020 membuat rendahnya suku bunga PUAB overnight sekira 2,79% selama Maret 2021. Pasalnya, penurunan tersebut telah direspons oleh perbankan terutama Bank BUMN.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, perbankan telah merespons dengan melakukan penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) per Februari 2021 sebesar 171 bps (yoy).

Baca juga: Dengar Nih Bankir, Bapak Presiden Jokowi Ingin Suku Bunga Kredit di 6%

"Penurunan SBDK tersebut terutama terjadi pada kelompok bank BUMN yang turun sebesar 266 bps (yoy) menjadi sebesar 8,70%, lebih besar dibandingkan penurunan SBDK kelompok bank lainnya," ujarnya, Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Dirinya menambahkan, Penurunan SBDK terjadi pada semua jenis kredit dengan penurunan terdalam masih pada jenis kredit Mikro yaitu 346 bps (yoy). Meskipun masih merupakan jenis kredit dengan level SBDK tertinggi yaitu 12,72%.

 Baca juga: LPS Takut Masyarakat Bertepuk Sebelah Tangan, Tagih Bank Turunkan Bunga Kredit

Sementara itu, lanjut Perry, penurunan SBDK yang terjadi pada jenis kredit Konsumsi KPR, Konsumsi Non KPR, Korporasi dan Ritel masing-masing adalah sebesar 194 bps, 193 bps, 139 bps dan 136 bps (yoy) menjadi 8,19%, 9,25%, 8,26% dan 8,84%.

Penurunan SBDK secara industri terjadi pada seluruh komponen, yaitu pada Harga Pokok Dasar Kredit (HPDK) sebesar 120 bps (yoy), diikuti Overhead Cost (OHC) 31 bps (yoy) dan Margin Keuntungan 21 bps (yoy).

"Margin Keuntungan kelompok bank BUMN dan KCBA (Kantor Cabang Bank Asing) mengalami penurunan sebesar 88 bps dan 34 bps (yoy), sementara Margin Keuntungan BUSN (Bank Umum Swasta Nasional) dan BPD masih menunjukkan peningkatan sebesar 48 bps dan 2 bps (yoy) pada bulan Februari 2021," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini