Andalkan Teknologi, Jurus Bambang Brodjonegoro Percepat Energi Baru Terbarukan

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 320 2397998 andalkan-teknologi-jurus-bambang-brodjonegoro-percepat-energi-baru-terbarukan-tMbWqinfGX.jpg Listrik dari EBT (Foto: Dok PLN)

JAKARTA - Pemerintah memprioritaskan sektor energi baru terbarukan (EBT) dalam riset nasional 2020-2024.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro bahkan mendukung langkah Menteri ESDM dalam pengembangan EBT dari sisi teknologi.

"Kita memastikan ketersediaan energi sekaligus mengubah komposisi lebih condong ke EBT, inovasi dan kesiapan teknologi ini sangat dibutuhkan. Kemenristek sudah mencanangkan beberapa kegiatan terkait EBT di dalam prioritas nasional 2020 - 2024. Target akhir di 2024, kita bisa mendapatkan peningkatan dari EBT di dalam energy mix nasional," ujarnya dalam konferesi pers usai Sidang Paripurna DEN, Selasa (20/4/2021).

Bambang menjelaskan, ada lima kegiatan utama terkait EBT. Pertama, penggunaan bahan bakar nabati yang berasal dari kelapa sawit untuk bensin, diesel, dan avtur 100%.

"Saat ini dengan menggunakan katalis yang dikembangkan ITB, kita sudah melakukan uji coba di kilang Pertamina sehingga harapannya tidak lama kita bisa masuk dalam skala produksi. Tentu tujuan akhir bisa kurangi impor dari BBM itu sendiri," katanya.

Kedua, pengembangan biogas akan menjadi alternatif untuk penyediaan listrik di kawasan terpencil. Saat ini teknologinya sudah dikembangkan di beberapa tempat dan harapannya bisa dipakai secara luas.

Ketiga, Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Panas Bumi skala kecil. Bambang menuturkan, Indonesia menjadi salah satu yang memiliki kandungan panas bumi di dunia. Namun pemanfaatan tenaga panas bumi di Indonesia masih sedikit.

Salah satu kendalanya adalah apabila pembangkitnya terlalu besar akan membutuhkan investasi yang sangat mahal. "Karena itu kami mengembangkan PLTP skala kecil yang diharapkan bisa dikembangkan di berbagai daerah yang punya kandungan panas bumi, sehingga listrik yang dihasilkan akan bermanfaat bagi daerah sekitar," jelas Bambang.

Keempat, pengembangan baterai dan fast charging untuk keperluan kendaraan listrik. "Ketika kendaraan listrik mulai dipromosikan sebagai komitmen kita mengurangi emisi maka teknologi itu sudah siap pakai dan bisa dikembangkan di Indonesia," tuturnya.

Kelima, pengembangan teknologi nuklir. Bambang menuturkan, kesiapan teknologi nuklir harus dijaga terutama dari unsur keselamatannya baik lokasi maupun teknologi yang menjamin keselamatan dari teknologi nuklir tersebut. "Karena kami harus memastikan ketika ekonomi Indonesia tumbuh harus ada listrik memadai," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini