Usaha Teh Kemasan di Bulan Ramadhan, Berikut Untung hingga Cara Jualnya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 05:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 455 2397682 usaha-teh-kemasan-di-bulan-ramadhan-berikut-untung-hingga-cara-jualnya-m77hAcffrZ.jpg Tips Usaha Teh Kemasan saat Ramadhan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Minum teh menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Teh biasanya disajikan sebagai suguhan jika ada tamu atau sebagai teman menikmati makanan ringan pada sore hari.

Pada Ramadhan, teh juga biasa disajikan sebagai takjil untuk berbuka puasa. Sejalan dengan perkembangan dunia industri, sekarang penyajian teh pun semakin beragam.

Saat ini di pasaran sudah banyak teh dengan kemasan yang lebih praktis sehingga bisa dinikmati di mana saja dan kapan saja. Biasanya dikemas di dalam botol, kaleng, paper pack, atau cup.

Teh dalam kemasan tersebut biasanya diproduksi dalam skala industri yang cukup besar. Namun, saat ini sudah banyak juga industri kecil yang memproduksi teh dalam kemasan, biasanya menggunakan cup plastik dengan sedotan yang menjadikannya praktis dikonsumsi langsung.

Baca Juga: Anjuran Nabi Muhammad SAW dalam Memilih Tempat Usaha dan Distribusi Produk

Dalam hal rasa pun, saat ini teh dalam kemasan sudah semakin beragam. Sudah banyak ditemukan rasa teh seperti green tea, stroberi, jeruk, dan berbagai macam buah lainnya. Namun biasanya jenis teh yang digemari masyarakat adalah teh tradisional dengan resep asal Jawa Tengah, yang rasanya legit dan kental (pekat).

Usaha teh dalam kemasan merupakan salah satu ide bisnis yang potensial, mudah dan murah untuk dilakukan terutama di bulan Ramadan. Jika tertarik untuk memulai usaha ini, pahami analisis bisnis penjualan teh kemasan berikut ini, dilansir dari buku 38 Inspirasi Usaha Makanan Minuman untuk Home Industry Modal di Bawah 5 Juta karya Yuyun A, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Strategi dan Analisis Bisnis Kue Kering, Potensi Cuan di Bulan Ramadhan

Peralatan

Mesin cup sealer = Rp2.000.000

Cooler box = Rp700.000

Box plastik untuk larutan teh = Rp300.000

Meja display = Rp250.000

Perlengkapan tambahan (sendok, gunting, dll) = Rp200.000

Total = Rp3.625.000

Biaya produksi satu bulan

Daun teh (0,35 kg x Rp50.000/kg x 26 hari) = Rp455.000

Air matang (17,5 L x Rp500/L x 26 hari) = Rp227.500

Gula merah atau gula batu (2,45 kg x Rp12.000/kg x 26 hari) = Rp764.400

Es batu (3,5 plastik x Rp3.000/plastik x 26 hari) Rp273.000

Gelas cup, sedotan, plastik sealer (70 buah x Rp1.125/buah x 26 hari = Rp2.047.500

Biaya tenaga kerja (1org x Rp25.000/hari x 26 hari = Rp650.000

Biaya listrik (Rp1.000/hari x 26 hari) = Rp26.000

Total biaya produksi per bulan = Rp4.443.400

Harga pokok (per cup) = Total biaya produksi sebulan : Jumlah produksi sebulan

= Rp4.443.400 : 1820 = Rp2.441

Harga jual = Harga pokok + (%keuntungan x harga pokok)

= Rp2.441 + (25% x Rp2.441)

= Rp2.441 +Rp610

= Rp3.051 atau Rp3.000

Pendapatan kotor per bulan = Jumlah produksi sebulan x Harga jual

= 1.820 cup x Rp3.000/cup

= Rp5.460.000

Keuntungan kotor per bulan = Total pendapatan kotor - Total biaya produksi

= Rp5.460.000 - Rp4.443.400

= Rp1.016.600

Catatan: Keuntungan kotor belum termasuk biaya penyusutan Investasi alat. Keuntungan yang diperoleh hanya dari satu outlet, Jika ingin menambah keuntungan tinggal menambah outlet baru di lingkungan yang strategis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini