Ada Bursa Crypto Indonesia, Wamendag: Beri Kepastian Hukum dan Jaminan Transaksi

Ferdi Rantung, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 07:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 320 2398798 ada-bursa-crypto-indonesia-wamendag-beri-kepastian-hukum-dan-jaminan-transaksi-MmZLWObjsi.png Indonesia Segera Punya Bursa Crypto. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Pemerintah segera meluncurkan bursa crypto Indonesia. Pendirian bursa crypto untuk melindungi masyarakat, karena saat ini banyak Investor Indonesia melirik cryptocurrency.

Secara keseluruhan Bappebti telah memberikan izin bagi 226 jenis crypto yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Karena itu tak heran jika tuntutan adanya bursa kian mengemuka.

Wamendag Jerry Sambuaga mengatakan bursa crypto bisa diluncurkan tidak lama lagi, harapan masyarakat tersebut akan diwujudkan.

“Tidak lama lagi. Mohon doa dan dukungannya ya!” kata Wamendag, Kamis (22/4/2021).

Baca Juga: Miliarder-Miliarder Ini Cuan karena Uang Kripto

Menurutnya, saat ini beberapa tahapan pendirian bursa sudah selesai. “Banyak yang harus dipersiapkan, jadi jelas ingin cepat mengingat perkembangan yang demikian pesat, tapi tentu harus ada persiapan yang matang supaya tujuan pendirian bursa tercapai,” ujarnya.

Menurut Jerry tujuan pendirian bursa adalah menjamin perlindungan bagi pelaku, memberikan kepastian hukum dan jaminan transaksi yang lebih jelas. Untuk itu bursa yang akan berdiri nanti diharapkan punya kepasitas yang bagus untuk mewadahi kepentingan seluruh pengguna dan stakeholder sekaligus menangkap perkembangan dunia crypto sendiri.

Baca Juga: Soal Mata Uang Digital, Butuh Persiapan Matang dan Berisiko Besar

Penggunaan crypto makin beragam. Namun di Indonesia crypto masih dianggap sebagai komoditi dan tidak bisa digunakan sebagai mata uang atau transaksi. Pasalnya Indonesia hanya mengenai Rupiah sebagai mata uang sah untuk pembayaran.

Meskipun demikian, pelaku usaha mengapresiasi langkah cepat Kemendag khususnya Bappebti yang bergerak cepat merespon tuntutan pendirian bursa.

Wamendag beserta timnya dan Bappebti diketahui mulai membahas pendirian bursa sejak lebih dari setahun yang lalu.

Menurutnya, ada beberapa jenis bursa yang bisa didirikan. Pertama adalah bursa tersendiri yang fokus kepada crypto meskipun tidak sebatas memperdagangkan crypto. Kedua, memanfaatkan bursa komoditi yang sudah ada yaitu BBJ dan ICDX.

“Masing-masing ada keunggulan dan kelebihannya. Yang jelas menurut perundang-undangan keduanya dimungkinkan. Pilihannya kembali kepada pelaku usaha apakah mau pilih yang pertama atau kedua," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini