Share

Matahari Department Store Rugi Rp95 Miliar di Kuartal I-2021

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 278 2399771 matahari-department-store-rugi-rp95-miliar-di-kuartal-i-2021-vbcRkzkMEh.jpg Penjualan Matahari Turun. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama 2021. Tercatat penjualan kotor kuartal I-2021 mencapai Rp2 Triliun, atau lebih rendah 23,6% dari 2020 dan 37,4% dari 2019.

Secara angka penjualan bersih menjadi Rp 1,2 Triliun atau 25,0% di bawah 2020, dan 39,7% di bawah 2019.

Baca Juga: Rugi Rp617 Miliar dan Tutup 7 Gerai, Kini Saham Matahari Terjun Bebas

Penurunan ini akhirnya berujung pada rugi bersih Rp (95) Miliar, serupa tahun lalu, yang berbanding terbalik dari laba bersih Rp143 Miliar di kuartal pertama 2019.

Perseroan mengaku bsnis selama Triwulan pertama 2021 masih terdampak oleh PSBB ketat yang berlaku hingga 8 Februari, yang kemudian berlanjut dengan PPKM Berskala Mikro yang sampai saat ini masih diterapkan.

Baca Juga: Intip Perjalanan Pendiri Matahari dan Ramayana saat Bangun Bisnis

"Kami telah memulai program musiman lebih awal agar keamanan kedatangan para pengunjung terjaga dan sebagai antisipasi atas situasi yang tidak menentu, khususnya dengan pembatasan mudik," ujar Chief Financial Officer Matahari Niraj Jain dalam keterangan resminya di Jakarta (23/4/2021).

Perseroan dengan cermat mengawasi 23 gerai dalam pemantauan, dan berencana untuk menutup 13 gerai tahun ini. Sepuluh gerai dalam pemantauan lainnya masih terus ditinjau. Kami membuka satu gerai baru di Balikpapan (Kalimantan Timur) di April 2021.

"Kami terus beroperasi dalam situasi makro yang menantang. Kami memastikan pengendalian yang ketat atas beban operasional dan belanja modal. Kami terus mendapat dukungan dari pemilik mal dan pemasok," jelasnya.

Perseroan juga telah memperpanjang fasilitas pinjaman bank senilai Rp 1 Triliun dan mengakhiri Triwulan pertama dengan

saldo pinjaman bank sebesar Rp 480 Miliar. "Perseroan terus mengambil posisi konservatif dalam situasi dengan ketidakpastian yang tinggi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini