Soal Investasi Alutsista, antara Kesejahteraan Rakyat Vs Pertahanan Negara

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 26 April 2021 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 320 2400867 soal-investasi-alutsista-antara-kesejahteraan-rakyat-vs-pertahanan-negara-xZkG8zu7Ba.png KRI Nanggala 402 (Foto: Istimewa/VOA)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mencatat pentingnya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI usai tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali,

Bahkan, pemerintah dilematis karena dihadapkan pada pembangunan infrastruktur, kesejateraan masyarakat, ataukah menjaga kemampuan pertahanan dan kedaulatan negara dengan modernisasi alutsista TNI.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) harus bersifat kontekstual. Artinya, disadarkan pada kebutuhan yang paling mendesak.

Baca Juga: Dilema Menhan Prabowo Modernisasi Alutsista

Di saat pertumbuhan ekonomi nasional tercatat normal atau membaik, maka anggaran alutsista dinilai perlu ditingkatkan pemerintah. Namun, Indonesia kini dalam situasi pandemi, maka langkah prioritas pemerintah dalam aspek pemuliham tetap dikedepankan.

"Memang perlu kontekstual. Dalam situasi pertumbuhan ekonomi normal anggaran pertahanan dan keamanan bisa ditingkatkan. Tapi dalam situasi pandemi perlu ada prioritas khususnya ke bidang kesehatan dan perlindungan sosial," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (26/4/2021).

Upaya perlindungan sosial memang dilakukan oleh otoritas di sejumlah negara-negara dunia ketiga atau negara berkembang. Langkah itu dinilai penting untuk meredam gejolak di tengah masyarakat. Sebab, ketimpangan sosial berpotensi menciptakan tindakan anarkisme hingga isu Sara.

"Ini potensi terjadi kerusuhan dan tindakan kriminal bahkan isu Sara yang berakar pada ketimpangan sosial. Kalau orang miskinnya banyak ya negara rentan juga oleh intervensi asing yang berakibat fatal pada sisi pertahanan dan keamanan nasional," kata dia.

Karenanya, pemerintah dipandang perlu untuk menekan skala prioritas dalam kondisi pandemi saat ini. Di mana, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan penanganan Civid-19 harus didahulukan.

"Kuncinya ada di prioritas berdasarkan kontekstual. Jadi tidak perlu seakan zero sum game antara pilih kesejahteraan dan pertahanan negara," tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo mencatat, investasi alutsista di bidang pertahanan cukup mahal. Hal ini yang menyebabkan pemerintah dilema karena harus memilih antara kesejahteraan atau menjaga pertahanan negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini