IPO, Bio Farma Tunggu Titah Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 278 2401816 ipo-bio-farma-tunggu-titah-erick-thohir-RbqNQaeoWb.jpg Bio Farma Masuk Daftar BUMN yang IPO. (Foto: Okezone.com

JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) belum mendapat arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perihal rencana Initial Public Offering (IPO). Meski begitu, pemegang saham sudah memasukkan perseroan dalam daftar perusahaan yang akan melantai ke Bursa Efek Indonesia (BRI).

Juru Bicara dan Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto menyebut, pihaknya belum menerima arahan dari Menteri BUMN, Erick Thohir, perihal pencatatan saham di pasar modal (capital market) tersebut.

Baca Juga: Pesanan Vaksin Mandiri Segera Tiba di Indonesia

Karena itu, manajemen belum dapat memastikan kapan IPO akan dilakukan. Sementara, pemegang saham akan mendorong BUMN yang melantai di pasar perdana hingga 2023 mendatang.

"Belum ada arahan (Kementerian BUMN) lebih lanjut mas," ujar Bambang saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (27/4/2021).

Baca Juga: 30 Juta Bahan Baku Covid-19 Asal Sinovac Segera Mendarat di Indonesia

Bambang juga enggan menjelaskan kapan pembahasan IPO akan dilakukan manajemen Holding BUMN Farmasi itu. Pembicaraan lebih lanjut akan dilakukan usai Kementerian BUMN memberikan arahan. "Kami belum dapat arahan lebih lanjut," kata dia.

Saat ini Bio Farma sudah menjalankan tugasnya sebagai induk perusahaan BUMN. Dimana, anggota holdingnya terdiri dari Kimia Farma Tbk dan Indofarma Tbk. Selain sebagai holding, perusahaan tetap fokus pada core business atau bisnis inti sebagai produsen vaksin dan antisera dalam negeri.

Penetapan Bio Farma sebagai Holding BUMN Farmasi, ditandai setelah keluarnya surat persetujuan dari Menteri BUMN selaku pemegang saham yang menyetujui pengalihan seluruh saham seri B milik negara dari Kimia Farma dan Indofarma kepada Bio Farma yang dilakukan pada akhir Januari 2020 lalu.

Sementara, tujuan Holding sendiri untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, meningkatkan ketersediaan produk, hingga menciptakan inovasi dalam penyediaan produk farmasi yang mendukung ekosistem kesehatan di masa akan datang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini