30 Juta Bahan Baku Covid-19 Asal Sinovac Segera Mendarat di Indonesia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 320 2387822 30-juta-bahan-baku-covid-19-asal-sinovac-segera-mendarat-di-indonesia-rwPPbUMzOp.jpg Vaksin Sinovac Tiba di Jakarta. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) mencatat sebanyak 30 juta bulk atau bahan baku vaksin Covid-19 Asal Sinovac akan tiba pada April 2021. Total bulk vaksin yang diterima Indonesia dari produsen China mencapai 140 juta dosis.

Kedatangan bulk vaksin Covid-19 pada bulan ini merupakan rangkaian atau tahapan dari pengiriman sebelumnya. Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto menyebut, hingga Juli 2021 total bahan baku Sinovac mencapai 140 juta.

Baca Juga: Kapan Vaksin Novavax Buatan AS Masuk RI? Ini Bocoran Dirut Bio Farma

"Bulk Sinovac yang akan datang sampai Juli 2021 itu sebanyak 140 juta dosis yang pengirimannya akan dilakukan secara bertahap, dan dalam waktu dekat akan datang sekitar 30 juta dosis bulk pada bulan Apri 2021 yang tentunya akan segera diproses untuk menambah stok vaksin berikutnya," ujar Kamis (1/3/2021).

Saat ini, jumlah vaksin Covid-19 yang didistribusikan ke seluruh Provinsi di Indonesia mencapai 20,5 juta dosis. Vaksin tersebut terdiri dari vaksin jadi asal Sinovac, AstraZeneca, serta vaksin yang diproduksi PT Bio Farma (Persero) dengan bulk dari Sinovac.

Baca Juga: Penanganan Covid-19 Semakin Baik, Airlangga: Vaksinasi Pulihkan Kepercayaan Publik

Adapun total vaksin yang sudah diterima sebanyak 3 juta dosis vaksin produk jadi dari Sinovac, 1,11 juta dosis vaksin AstraZeneca, dan 53,5 juta dosis bulk dari Sinovac.

“Total bulk yang sudah kami terima adalah sejumlah 53,5 juta dosis, yang kami terima dalam 4 kali kedatangan, dan sudah kami proses produksi sejak 13 Januari 2021 lalu dan diperkirakan menjadi sekitar 42 juta dosis, dan per 30 Maret sudah kami produksi sejumlah 26 juta dosis," katanya.

Saat ini perseroan tengah melakukan percepatan dan penambahan kapasitas produksi vaksin Covid-19. Bambang menyebut, percepatan produksi dengan menggunakan fasilitas produksi berupa gedung 43 yang sudah mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Quality Assurance (QA) dari BPOM.

"Mulai 30 Maret 2021 kemarin, sudah bisa digunakan untuk produksi, dimana produksi sebelumnya hanya bisa dilakukan di fasilitas produksi gedung nomor 21," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini