Penanganan Covid-19 Semakin Baik, Airlangga: Vaksinasi Pulihkan Kepercayaan Publik

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 320 2386338 penanganan-covid-19-semakin-baik-airlangga-vaksinasi-pulihkan-kepercayaan-publik-Q5hqJ7j491.jpg Vaksinasi Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah mengklaim penanganan Covid-19 di Indonesia semakin membaik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan tingkat kematian dan kesembuhan sudah lebih membaik secara global.

"Penangananan pandemi kita cukup baik di mana angka kesembuhan, tingkat kematian membaik secara global," kata Airlangga dalam video virtual, Selasa (30/3/2021).

Baca Juga: Kapan Vaksin Novavax Buatan AS Masuk RI? Ini Bocoran Dirut Bio Farma

Dia menilai kunci pengendalian Covid-19di Indonesia adalah pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan progam vaksinasi.

“Penurunan kurva kasus aktif nasional, baik secara jumlah maupun persentasenya, dan peningkatan tingkat kesembuhan, merupakan pengaruh positif dari pelaksanaan PPKM Mikro dalam 10 pekan,” bebernya.

Baca Juga: 10,4 Juta Orang Sudah Disuntik Vaksin, Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Dia menegaskan, bahwa Pemerintah terus berikhtiar untuk menekan laju kasus penularan Covid-19 sebagai langkah utama untuk memulihkan ekonomi nasional. Salah satunya mendukung pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan Pemerintah.

"Pemerintah mengakselarasi vaksinasi untuk memulihkan kepercayaan publik," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, hingga 27 Maret 2021, sudah ada 10,4 juta dosis vaksin yang diberikan kepada masyarakat. Dengan begini, Indonesia masuk 10 besar negara-negara yang terdepan dalam melakukan vaksinasi kepada masyarakatnya.

"Alhamdulilah Indonesia menjadi negara yang cukup terdepan vaksinasi, di mana sampai posisi kemarin 27 Maret ada 10,4 juta dosis vaksin sudah diberikan ke masyarakat dan kita masih masuk 10 besar dibandingkan negara negara di dunia lainnya," ujarnya.

Menurut Honesti, kesuksesan ini tidak terlepas dari kesiapan suplai vaksin yang cukup melimpah. Menyusul pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut setelah mendapatkan bahan baku dari produsen vaksin di seluruh dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini