Pesanan Vaksin Mandiri Segera Tiba di Indonesia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 19 April 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 320 2397239 pesanan-vaksin-mandiri-segera-tiba-di-indonesia-UEw952T93b.jpg Vaksin Sinopharm Segera Tiba di Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) membeberkan vaksin Sinopharm asal China akan tiba dalam waktu. Vaksin tersebut akan digunakan untuk vaksinasi mandiri atau gotong royong.

Beredar kabar jika vaksin Sinopharm tiba di Indonesia pada pekan keempat April 2021. Meski begitu, Juru Bicara dan Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto menyebut, waktu kedatangan vaksin masih bersifat tentatif.

Baca Juga: 30 Juta Bahan Baku Covid-19 Asal Sinovac Segera Mendarat di Indonesia

"Sinopharm dialokasikan untuk vaksin Gotong Royong mas. Akhir April (2021) masih tentatif," ujar Bambang saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (19/4/2021).

Pemerintah sendiri telah menetapkan regulasi vaksinasi Covid-19 jalur mandiri atau gotong royong yang dilakukan oleh pihak swasta. Aturan tersebut dibukukan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021.

Baca Juga: Bio Farma Diminta Cari Bahan Vaksin Covid-19 yang Halal

Dalam beleid itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menetapkan batas harga vaksin yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta. Batas harga itu akan ditetapkan lewat peraturan teknis selanjutnya.

Aturan itu juga menegaskan bahwa swasta wajib membeli vaksin mandiri ke pemerintah atau BUMN. Sementara proses vaksinasi ke karyawan akan dilakukan secara gratis.

Sementar itu, distribusi vaksin Covid-19 ke daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan dilakukan melalui Bio Farma selaku Holding BUMN Farmasi. Dalam menjalankan penugasan tersebut, Bio Farma bisa melibatkan atau bekerja sama dengan pihak ketiga.

"Skema pendistribusian merujuk Permenkes Nomor 10 tahun 2021, dilakukan oleh Bio Farma ke Faske bisa bekerjasama dengan pihak ketiga," tutur dia.

Dalam catatan pemerintah, pihak swasta membutuhkan 7,5 juta dosis vaksin. Meski begitu, pemerintah baru bisa menyediakan 3,5 juta dosis bulan ini. Targetnya, vaksinasi mandiri juga dilakukan usai pengiriman sudah dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini