Sindir Pengusaha Tak Serius, Bahlil: Banyak Izin Investasi Diperjualbelikan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 320 2402402 sindir-pengusaha-tak-serius-bahlil-banyak-izin-investasi-diperjualbelikan-hevhP55Ic3.jpg Menteri Investasi Bahlil (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengajak investor masuk ke Indonesia. Namun dia menekankan hanya akan membantu investor atau pengusaha yang serius.

Bahlil menegaskan, dengan posisinya sekarang, akan membantu para investor yang serius masuk ke Indonesia. Jika ada investor yang tidak serius, maka pihaknya akan berpikir dua kali untuk melayani perizinannya.

Baca Juga: Bahlil: Investasi Tesla Jadi Target Kita

"Silahkan investor bahwa teknologi bawa modal dan teknologi. Biarlah izin nanti negara yang bantu asal pengusahanya serius,Karena banyak juga pengusaha dikasih izin, tapi malah dijual juga itu izinnya. Saya kan mantan pengusaha jadi ngerti juga," tegasnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (28/4/2021).

"Posisi negara ada di tengah pengusaha siapa yang betul betul serius kita akan dorong tapi kalo pengusaha yang ambil kertas dan dijual ya kita pikir - pikir lagi deh," tambahnya.

Baca Juga:  Menteri Investasi Bahlil Siap Kawinkan Perusahaan Besar dengan UMKM

Dia mengatakan bahwa setelah diangkat posisinya sebagai menteri, dirinya mendapatkan kesenangan baru untuk mengatur regulasi investasi.

Ia menjelaskan, pengangkatan ini akan membuat pihaknya lebih punya kuasa untuk membuat regulasi. Sedangkan di BKPM, dirinya hanya bisa menjalankan regulasi.

"Kalau BKPM selama ini kita mengeksekusi regulasi, itu lewat permen-permen (peraturan menteri), kemudian undang-undang maupun PP, tapi tidak bisa membuat regulasi untuk membuat role model permainan. Tapi dengan Kementerian Investasi itu bisa," ujarnya.

Ia pun membandingkan posisinya saat ini dengan yang dahulu ketika jadi kepala BKPM. Menurutnya BKPM itu secara institusi merupakan lembaga pemerintah yang setara dengan Menteri, tapi kewenangan tidak sama.

"Dan dengan Kementerian Investasi kita bisa jadi mengolaborasi, menjahit sektor-sektor investasi dari kementerian teknis," ujar Bahlil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini