Share

Chandra Asri, Emiten Miliarder Prajogo Pangestu Raup Pendapatan Rp8,6 Triliun di Kuartal I

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 29 April 2021 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 278 2402997 chandra-asri-emiten-miliarder-prajogo-pangestu-raup-pendapatan-rp8-6-triliun-di-kuartal-i-NRQYrVuaKa.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) meraih pendapatan bersih sebesar USD598 juta atau setara Rp8,67 triliun (kurs Rp14.500 per USD) di kuartal I-2021, angka itu naik 25 persen dari posisi USD477 juta di kuartal I-2020.

Pendapatan bersih yang diraih anak usaha Barito Pacific ini secara otomatis menjadikan posisi laba bersih perseroan melonjak mencapai US$85 juta di kuartal I-2021, dibanding rugi bersih sebesar USD17 juta di kuartal I-2020.

Hingga kuartal I-2021, EBITDA Chandra Asri mengalami peningkatan yang signifikan menjadi US$147 juta, dari porsi minus USD14 juta di kuartal I-2020.

Baca Juga: Chandra Asri, Emiten Milik Miliarder Prajogo Pangestu Tebar Dividen USD38,5 Juta 

Capaian kinerja triwulan pertama tahun ini jauh lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu sebelum meluasnya pandemi Covid-19.

"Hasil kuartal I-2021 sangat menggembirakan bagi kami. Kondisi ini mencerminkan penyebaran produk yang sehat, pelaksanaan strategi yang solid, dan ketahanan keuangan yang berkelanjutan," ungkap Direktur Chandra Asri Suryandi dalam keterangan resminya, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Kinerja keuangan perseroan yang positif di kuartal I-2021, sebut Suryandi, itu juga tercermin dari total likuiditas yang mencapai USD1,1 miliar serta posisi kas dan setara kas mencapai USD767 juta.

"Kami juga memiliki leverage yang lebih rendah dengan Net Debt-to-EBITDA di 0,2X. Lalu kami juga bisa mengurangi total hutang menjadi USD825 juta di kuartal I-2021, dari porsi USD885 juta di kuartal I-2020," jelas Suryandi.

Dia mengaku, capaian kinerja yang luar biasa ini sejalan dengan permintaan produk petrokimia di Indonesia dan regional Asia yang terus meningkat terutama sejak semester kedua tahun 2020.

Ditambah lagi dengan program vaksinasi yang terus berjalan menjadi salah satu kunci agar Indonesia bisa mempercepat pemulihan ekonomi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini