Erick Thohir: 80% Kredit BRI Harus untuk UMKM

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 320 2403408 erick-thohir-80-kredit-bri-harus-untuk-umkm-XY6JHrQaoO.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta BRI tetap foksu pada kredit UMKM. Erick melarang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memberikan kredit kepada korporasi hingga 40%. Emiten perbankan pelat merah itu hanya bisa memberikan nilai kredit maksimal 20% saja.

"BRI kita perkuat dengan Pegadaian dan PNM agar fokus di ultra mikro, dimana BRI kita ubah strategisnya tidak boleh pinjaman korporasi 40%, tapi harus 20% dan 80% nya harus untuk UMKM," ujar Erick, dikutip Jumat (30/4/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Sebut 10 BUMN Akan Melantai di Bursa hingga 2023

Porsi kredit 80% diyakini bisa terealisasi melalui pendirian Holding Ultra Mikro. BRI sendiri digadang-gadang akan menjadi induk holding dengan keanggotaannya PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Kementerian BUMN telah menetapkan fokus bisnis dari masing-masing anggota Himbara. Misalnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk diarahkan untuk memperkuat bisnis untuk sektor korporasi atau wholesale.

Baca Juga: Cerita Erick Thohir Keringat Dingin Lihat Pergerakan IHSG

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengoptimalkan mortgage atau instrumen utang berupa kredit jangka panjang. Khususnya, pasar properti dan perumahan. Lalu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat bisnis internasional dan luar negeri.

Erick mencatat, BNI memiliki footprint di sejumlah negara. Misalnya, Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Footprint ini adalah keunggulan yang dimiliki emiten memiliki untuk bisa mendukung pasar ekspor Indonesia.

"Mandiri dengan strategi korporasi, BTN kita kembangkan mortgage bank, BRI kita perkuat dengan Pegadaian dan PNM agar fokus di Ultra Mikro, dimana, BRI kita ubah strategisnya tidak boleh pinjaman korporasi 40% tapi harus 20% dan 80%nya harus untuk UMKM," katanya.

Sementara perbankan syariah, keberadaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) diyakini akan masuk top 7 dari perusahaan Himbara. Bahkan, ditargetkan masuk top 10 dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini