Sebagai informasi, pembelian KRI Nanggala merupakan bagian dari pinjaman kepada pemerintah Jerman USD625 juta. Dari pinjaman tersebut, USD100 juta digunakan untuk membeli Nanggala dan Cakra. Pada masa itu, kurs rupiah berada di bawah Rp1.000 per dolar AS.
Insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 memberikan sinyal pentingnya peremajaan dan modernisasi Alat Utama Sistem Pertahanan (alutsista). KRI Nanggala 402 sudah berusia 40 tahun dan terakhir diremajakan pada 2010.
(Dani Jumadil Akhir)