Bank Kuat Lawan Krisis tapi Tak Berdaya Hadapi Jahatnya Covid-19

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 320 2404150 bank-kuat-lawan-krisis-tapi-tak-berdaya-hadapi-jahatnya-covid-19-5J7bAGkgjp.jpg Ilustrasi Bank (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perbankan mampu tumbuh meski dilanda krisis ekonomi, tapi tak berdaya saat virus corona atau Covid-19 melanda Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan perbankan menurun sepanjang Covid-19.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto mengatakan, kinerja perbankan 5-6 tahun ke belakang sebagai gambaran pada segala kondisi seperti krisis, trade war, sektor bank terus tumbuh.

"Krisis 2008 terus tumbuh, tapi di awal 2020 karena Covid yang baru teridentikasi dan trigernya bukan keuangan dan moneter seperti yang sudah dipelajari bank dari 1998 dan 2008, semuanya melandai," ujarnya, di Sentul, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/5/2021).

Baca Juga: Wow! 5.000 Kantor Bank Tutup Efek Digitalisasi

Krisis yang disebabkan karena masalah kesehatan akibat virus corona justru menjadi tantangan perbankan. Di mana masyarakat pada 2020 diharuskan melakukan aktivitas dari rumah seperti belajar dan bekerja.

Karena hal itu, UMKM yang biasanya jadi penopang saat krisis, justru anjlok di awal karena pandemi. Kemudian berdampak juga pada sektor rill yang berkaitan denga permintaan kredit.

"Di krisis ini UMKM KO di ronde awal. Termasuk sektor rill menyebabkan permintaan kredit bermasalah dan turun. Jadi ini penurunan kredit teredah minus 2% pada 2020 dan masih berlanjut," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DK Otoritas Jasa Keuangan OJK Wimboh Santoso optimistis dengan target pertumbuhan tahun ini naik 7,5% (yoy). Target tersebut penting demi mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini yang diprediksi di kisaran 4,5% hingga 5,3%.

"Kami terus pantau individual bank untuk penyaluran kreditnya. Akan kami monitor agar kredit growth 7,5% ini bisa tercapai di 2021," ujar Wimboh dalam webinar.

Wimboh menjelaskan, pihaknya akan tetap memantau penyaluran kredit di perbankan demi mendorong perekonomian domestik. Saat ini, baru kredit sektor modal kerja saat yang tumbuhnya mulai positif.

"Jadi kami menaruh perhatian betul ya untuk yang swasta ini, ini kenapa demikian dan ini akan kami lihat secara lebih detail bahkan debitur debiturnya kenapa," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini