Wow! 5.000 Kantor Bank Tutup Efek Digitalisasi

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 320 2404148 wow-5-000-kantor-bank-tutup-efek-digitalisasi-erIHJupwds.jpg Bank (Foto: Shutterstock)

BOGOR - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda mempercepat digitalisasi perbankan. Alhasil 5.000 kantor bank di Indonesia harus ditutup.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, ada 95 bank umum yang berada dalam pengawasan, dengan jumlah kantor 27.927. Adapun total aset seluruh bank umum tersebut mencapai Rp8.883 triliun.

"Tapi telah menyusut 5.000 kantor bank karena mereka memilih transaksi online, tidak peduli kantor. Ini bagian dari digitalisasi," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto di Sentul, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/5/2021).

Baca Juga: Penyaluran Kredit Terkontraksi, Perbankan Masih Galau 

Menurutnya, masyarakat utamanya milenial tidak lagi ingin datang ke bank. Pasalnya, segala layanan saat ini bisa dilakukan dengan smartphone. Hal ini juga yang membuat transaksi online selama pandemi tumbuh pesat.

"Kalau mau beli barang saya tidak mau ke ATM, sehingga transaksi online meningakat hampir 400% tiap bulan. Itu mempercepat diigatalisasi perbankan," ujarnya.

Meski demikian, Anung menilai bahwa digitalisasi perbankan justru menjadi tantangan tersendiri. Utamanya pada bank-bank kecil yang membutuhkan dana untuk menyiapkan layanan digitalnya.

"Bank kecil tidak bisa beri layanan digital, akan ditinggalkan, nah ini tantangan struktural perbankan ke depan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini