Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nilai Tukar Petani Turun Imbas Harga Tanaman Pangan Merosot

Rina Anggraeni , Jurnalis-Senin, 03 Mei 2021 |15:44 WIB
Nilai Tukar Petani Turun Imbas Harga Tanaman Pangan Merosot
Petani (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional April 2021 sebesar 102,93. Hal ini dikarenakan pergerakan indeks harga petani.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,10 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,25% .

 Baca juga: Nilai Tukar Petani Turun, BPS Beberkan Penyebabnya

"Nilai tukar petani tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,35% dibanding NTP bulan sebelumnya," kata Setianto di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

 Baca juga: Nilai Tukar Petani Januari 2021, BPS: Flat

"NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi," jelas dia.

Saat ini pasa April 2021, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi yaitu 2,15% dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar yaitu 2,26% dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada April 2021 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,27% yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran, sedangkan satu kelompok lainnya yaitu Kelompok Pendidikan relatif stabil.

"Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2021 sebesar 103,55 atau turun 0,31% dibanding NTUP bulan sebelumnya," pungkasnya.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement