Indeks Manufaktur RI Cetak Rekor, Menko Airlangga: Kepercayaan Dunia Usaha Kembali

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 320 2405025 indeks-manufaktur-ri-cetak-rekor-menko-airlangga-kepercayaan-dunia-usaha-kembali-dPlgZCV11W.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone.com/Kemenko Ekonomi)

JAKARTA - Pemulihan ekonomi nasional di 2021 kembali terlihat pada beberapa indeks indikator. IHS Markit mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2021 menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa.

PMI Manufaktur Indonesia pada bulan April tercatat sebesar 54,6 atau naik dari posisi 53,2 pada bulan Maret 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rlis IHS Markit menunjukkan, ada perbaikan permintaan tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga ekspor.

Baca Juga: Pengusaha Indonesia-Jerman Kumpul Bareng Bahas Tren Industri Masa Depan

Peningkatan permintaan ekspor ini, baru pertama kali terjadi sejak 17 bulan terakhir.

“Setelah sempat terkontraksi tajam pada Triwulan II tahun lalu, tren positif pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terlihat sejak Triwulan III-2020. Tahun ini, tren positif pemulihan terus berlanjut," ujar Airlangga di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Baca Juga: Industri RI Makin Ekspansif, Menperin: Kita Mulai Bangkit

Seperti diketahui, angka 50 pada PMI menunjukkan dunia usaha sedang dalam fase ekspansi, didorong oleh keyakinan dunia usaha atas perbaikan kondisi ekonomi.

“Pemerintah meyakini dengan kondisi yang sudah mulai kondusif, maka ada kepercayaan dari dunia usaha untuk memulai aktivitas manufakturnya kembali. Geliat dari dunia usaha ini, diharapkan dapat memberikan multiplier effect pada perekonomian Indonesia,” ujar Menko Airlangga.

Pemulihan ekonomi Indonesia terdorong dari perbaikan sisi demand dan supply. Setelah sempat terkontraksi -2,07% di tahun 2020, sinyal positif pemulihan ekonomi telah terlihat sejak Triwulan III-2020. Pertumbuhan ekonomi dari sisi demand, didorong oleh peningkatan konsumsi, tumbuhnya investasi, realisasi ekspor serta didukung oleh konsumsi pemerintah melalui belanja Kementerian/Lembaga dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tumbuh positif.

Dari sisi supply, sektor utama yang mulai pulih antara lain industri pengolahan, perdagangan dan pertambangan. Sementara, sektor yang tetap tumbuh positif pada masa pandemi antara lain sektor pertanian, informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini