Industri RI Makin Ekspansif, Menperin: Kita Mulai Bangkit

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 320 2404848 industri-ri-makin-ekspansif-menperin-kita-mulai-bangkit-tTN0rkUtv1.jpg Menperin Agus Gumiwang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia mampu menembus level 54,6 pada April. Capaian tersebut naik signifikan dibanding Maret yang berada di posisi 53,2.

Sepanjang dua bulan berturut-turut, PMI manufaktur Indonesia menorehkan rekor tertinggi. Selain itu, kondisi bisnis kini telah menguat dalam enam bulan terakhir ini di tengah kondisi pandemi, dengan tren positif dari sektor industri yang gencar melakukan perluasan usahanya.Apabila PMI di atas angka 50, mencerminkan sektor industri sedang ekspansif

“Alhamdulillah, para pelaku industri kita mulai bangkit lagi. Sebab, kalau kita melihat ke belakang, pada April 2020 adalah kondisi PMI manufaktur Indonesia saat jatuh ke titik terendahnya, yaitu di level 27,5,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Baca Juga: Industri Mamin hingga Alas Kaki Mulai Bangkit pada Kuartal I-2021

Menurutnya, PMI manufaktur Indonesia berada di tingkat ekspansif merupakan salah satu indikator perekonomian yang semakin membaik, serta kepercayaan dunia usaha dan industri terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai sudah on the track.

“Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih banyak kepada para pelaku industri yang terus semangat menjalankan usahanya. Hal ini tentu akan membawa multiplier effect yang luas bagi perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penerimaan devisa,” paparnya.

Baca Juga: Pengusaha Indonesia-Jerman Kumpul Bareng Bahas Tren Industri Masa Depan

Guna menjaga kinerja gemilang di sektor industri, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif. Langkah strategisnya antara lain melalui pemberian kemudahan izin usaha dan stimulus insentif. “Misalnya dengan penerbitan Undang-Undang Cipta Kerja untuk semakin memberikan kepastian hukum bagi para pelaku industri di tanah air,” imbuhnya.

Menperin AGK menambahkan, utilisasi industri pengolahan nonmigas sudah kembali melonjak hingga 61,30%, meningkat signifikan dibanding dua bulan sebelumnya. “Kementerian Perindustrian sangat berkepentingan menjaga momentum ini dengan terus membuat kebijakan dan program untuk menstimulasi pertumbuhan industri nasional kita,” tegasnya.

Menanggapi hasil PMI manufaktur Indonesia pada April, Direktur Ekonomi HIS Markit Andrew Harker mengatakan, produksi manufaktur Indonesia terus meningkat pada bulan April di tengah-tengah ekspansi permintaan baru yang sangat kuat.

“Yang menggembirakan, total bisnis baru didukung oleh kenaikan pertama pada ekspor sejak pandemi Covid-19 melanda karena permintaan internasional menunjukkan tanda-tanda perbaikan,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini