Super Air Jet Maskapai Baru RI, Alvin Lie: Itu Pesawat Tua

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 320 2405486 super-air-jet-maskapai-baru-ri-alvin-lie-itu-pesawat-tua-ymPDo1zymT.jpg Super Air Jet. (Foto: Okezone.com/Super Air Jet)

JAKARTA - Pengamat penerbangan Alvin Lie mencatat pesawat Super Air Jet dengan Airbus 320-200 adalah pesawat tua atau lama. Sementara Super Air Jet merupakan pemain baru dalam industri penerbangan nasional.

Dalam bisnis penerbangan internasional, pesawat jenis A320neo atau new engine option merupakan generasi terbaru. Pesawat ini diproduksi oleh produsen pesawat asal Perancis, Airbus. Dan pada 2016 lalu, Airbus secara resmi menyerahkan A320neo kepada operator pertamanya, maskapai asal Jerman, Lufthansa.

"Pesawat Airbus 320-200 yang sebetulnya juga cukup tua, sebetulnya sudah cukup tua, sekarang kita sudah bicara RB 320neo," ujar Alvin saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, 4 Bandara Penerbangan Luar Negeri Disiapkan

Meski demikian, Indonesia perlu mengapresiasi kehadiran pesawat yang dikelola oleh pihak swasta tersebut. Alvin menyebut, selama 10 tahun terakhir ini Indonesia tidak memiliki pemain baru dalam bisnis penerbangan nasional.

Menurutnya, ada kejelian pengusaha membeli pesawat dengan harga yang murah di tengah pandemi Covid-19. Sebab, pada saat yang sama, banyak pihak airline yang mengembalikan pesawat karena faktor tidak dapat melanjutkan kontrak atau tidak mampu bayar harga sewa.

"Saya melihat kehadiran Super Air Jet menunjukkan kejelian pengusaha untuk membeli pesawat dengan harga yang murah. Kita ketahui, selama pandemi ini banyak Airline yang mengembalikan pesawat dan tidak mampu melanjutkan kontrak atau bahkan tidak mampu bayar sewanya," katanya.

Baca Juga: Menhub Sebut GeNose Sudah Diterapkan di 21 Bandara

Di sisi lain, bahan bakar Airbus 320-200 terkenal cukup efisien dan irit. Hal itu membuat maskapai memiliki pasar di segmen low cost carrier (LCC). Apalagi sejak diterpa pandemi Covid-19, harga menjadi pertimbangan utama pengguna jasa penerbangan.

"Ini terkenal irit dan efisien bahan bakarnya sehingga cocok untuk LCC. Potensi pasar LCC di tengah pandemi kebutuhan untuk bepergian itu akan selalu ada dan selama pandemi daya beli itu menurun, sehingga konsumen akan lebih sensitif terhadap harga," tutur dia.

Sebelumnya, CEO Super Air Jet, Ari Azhari menjelaskan, maskapai ini telah didirikan pada Maret 2021 dan memiliki kode penerbangan IU dari Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional atau IATA dan SJV dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO.

Saat ini, Super Air Jet tengah mempersiapkan fase bersiap untuk lepas landas melalui berbagai tahapan dan prosedur yang dibutuhkan berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam rangka mempersiapkan penerbangan perdana, yang dijadwalkan dalam waktu dekat

"Super Air Jet didirikan atas dasar optimis bahwa peluang pasar khususnya kebutuhan penerbangan dalam negeri masih ada dan terbuka luas, ada permintaan yang sangat kuat dari masyarakat untuk perjalanan udara saat ini, terutama para milenial," ujar Ari,

Pesawat ini juga didesain dan dipersiapkan agar mampu menampung banyak untuk bisa bepergian menggunakan pesawat udara tujuan wisata, pendidikan, pebisnis muda dan mengunjungi ke berbagai kota tujuan favorit.

Pada tahap awal, maskapai baru ini akan mengoperasikan pesawat generasi terbaru yaitu Airbus 320-200 yang berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi, yang nyaman dikelasnya, tempat duduk ergonomis. Dari faktor demografis, maskapai ini akan menyasar kalangan muda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini