IPO, Pengelola Lucy In The Sky Incar Dana Rp40,50 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 278 2405805 ipo-pengelola-lucy-in-the-sky-incar-dana-rp40-50-miliar-zzymmCEwbp.jpg Ilustrasi IPO (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hari ini, Rabu (5/5/2021). Emiten pemilik dan pengelola Lucy In The Sky ini akan menjadi perusahaan tercatat ke-16 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021.

Untuk diketahui, Lucy In The Sky merupakan salah satu pelopor even malam atau nightlife event di ruang F&B yang terletak di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan.

Baca Juga: 14 BUMN IPO, Investor Asing Bisa Borong Saham

Perseroan menuturkan, IPO ini menandai tonggak sejarah perusahaan karena bertepatan dengan ulang tahun ke-9 Lucy In The Sky sebagai tempat ikonik yang mewakili kawasan SCBD dengan atmosfir yang ramah dan bersemangat yang ditemani lampu-lampu kota Jakarta.

Perusahaan juga dikelola oleh tim manajemen yang memiliki keahlian, pengalaman dan rekam jejak yang baik di industri restoran, bar dan perhotelan. Lucy in the Sky merupakan bagian dari Syah Establishment yang terkenal dengan hotel, kompleks perumahan, dan tempat lifestyle lainnya.

Baca Juga: Erick Thohir Bawa 14 BUMN IPO, Pengusaha: Investor Tertarik

Beberapa tempat yang dikelola oleh Syah Establishment a.l. Sofia at The Gunawarman, Csaba at The Gunawarman, The Gunawarman Hotel, Bloom at Hotel Monopoli, The Moon at Hotel Monopoli, The Room at Hotel Monopoli, dan Hotel Monopoli.

Melalui IPO ini, Perseroan akan melepas hingga 337,50 juta saham baru atau setara dengan 32,61% kepemilikan dengan target raihan dana sebanyak-banyaknya Rp40,50 miliar.

Adapun, Lima Dua Lima Tiga akan menggunakan 91,80% dari dana IPO sebagai modal kerja, dengan rincian sebesar 8,01% untuk pembayaran sewa gerai selama setahun yang terletak di SCBD hingga Rp2,25 miliar.

Kemudian, 91,99% lainnya akan digunakan untuk kegiatan operasional seluruh gerai, seperti pembayaran gaji karyawan, proses rekrutmen, pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang terintegrasi untuk pengelolaan gerai, dan biaya-biaya pemasaran yang dibutuhkan untuk tujuh gerai baru.

Lalu, 8,20% akan digunakan untuk membayar pihak ketiga dalam rangka renovasi gerai SBCD, sekitar Rp2,5 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini