PTBA Tutup Anak Usaha, Ada Apa?

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 278 2405816 ptba-tutup-anak-usaha-ada-apa-C7ZRyUecMS.jpeg Ilustrasi Tambang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menutup anak usahanya yaitu PT Bukit Energi Metana (PT BEM) pada 30 April 2021. Sebelumnya Bukit Asam juga telah melakukan penutupan dan likuidasi terhadap Anthrakas Pte. Ltd (Anthrakas).

Kegiatan Usaha Anthrakas bergerak dalam bidang perdagangan batu bara dan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2014, namun di tahun 2020 dan 2021 tidak ada aktivitas usaha yang dilakukan oleh Anthrakas.

Baca Juga: Eko Hadianto Jadi Dirut, Ini Jajaran Terbaru Direksi Bukit Asam

Kali ini, PT BEM yang ditutup dan dilikuidasi tersebut dimiliki Bukit Asam secara langsung dengan kepemilikan 99,99%. Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Apollonius Andwie menjelaskan, PT BEM bergerak di bidang penambangan gas metana batu bara. Namun, sejak didirikan pada tahun 2007 perusahaan tersebut belum beroperasi secara komersial hingga saat ini.

"Penutupan dilakukan sehubungan dengan rencana restrukturisasi/perampingan grup Perseroan dalam rangka bertransformasi menjadi perusahaan yang agile," ujar Apollonius dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Baca Juga: Hilirisasi Batu Bara, PTBA Siapkan Belanja Modal Rp3,8 Triliun

Adapun pelaksanaan penutupan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham PT BEM dan dimuat dalam Akta Pernyataan di luar keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang dimohonkan kepada Kementerian Hukum dan HAM RI pada 30 April 2021.

Total aset PT BEM per 31 Maret 2021 (unaudited) tercatat sebesar Rp51,12 juta. Oleh karena itu, setelah penutupan, Perseroan akan menghentikan pengakuan aset dan liabilitas pada nilai tercatatnya.

Jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan juga direklasifikasi ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain atau dialihkan secara langsung ke saldo laba dan sisa investasi terdahulu diakui sebesar nilai wajarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini