JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia dinyatakan masih minus. Secara year on year ekonomi Indonesia kuartal I-2021 terkontraksi 0,74%. Sementara secara quartal to quartal ekonomi Indonesia masih terkontraksi 0,96%.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terkontraksi 0,74%," kata Kepala BPS Suhariyanto.
Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan mengalami kontraksi di kisaran minus 1,0% yoy. Kontraksi pada kuartal 1 2021 tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, di mana konsumsi rumah tangga tercatat terkontraksi sebesar minus 3,61% yoy.
"Semakin terbatasnya kontraksi dipengaruhi oleh percepatan belanja pemerintah pusat terutama belanja bansos, belanja modal dan belanja barang," kata Josua saat dihubungi.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan jika ekonomi Indonesia tidak tumbuh di atas 7% di kuartal II, maka pada kuartal ke-III akan berat.
“Kalau tidak, kuartal berikutnya kita akan betul-betul sangat berat. Kita harus bisa meningkatkan, menaikkan paling tidak di atas 7% di kuartal II,” ujarnya, Kamis (15/4/2021).
Baca selengkapnya: Breaking News: Ekonomi Kuartal I-2021 Minus 0,74%, Indonesia Masih Resesi
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.