Kembangkan Wisata Halal, Wapres Contoh China dan Korsel

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 320 2406796 kembangkan-wisata-halal-wapres-contoh-china-dan-korsel-nNs8fLP7Kh.jpg Syariah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia agar bisa go global. Salah satu yang sedang didorong adalah pengembangan di sektor pariwisata dengan wisata halalnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, dengan pengembangan wisata halal ini akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan muslim yang datang. Salah satu contohnya adalah di Kota Beijing di Tiongkok yang telah menerapkan konsep wisata halal ini.

Baca Juga: Wapres Ungkap Tantangan Kembangkan Wisata Halal di RI

Akibat pengembangan dan menerapkan konsep wisata halal, beberapa wisatawan muslim pun nyaman ketika berkunjung ke sana. Salah satu contohnya adalah wisatawan dari Mayalsia, Brunei hingga Singapura nyaman ketika berkunjung ke Beijing

"Saya pernah ke Beijing. Di Beijing itu ada restoran halal, ada tempat salat. Layanannya itu dari (pemerintah kota) Beijing, sehingga banyak saya lihat (wisatawan) dari Malaysia, Brunei, Singapura, dan dari beberapa negara lain itu banjir ke sana dan mereka nyaman," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (6/5/2021).

Baca Juga: Sandiaga Uno Gelar Lomba Desa Wisata untuk Pemulihan Ekonomi

Salah satu contoh lainnya adalah objek wisata Nami Island di Korea Selatan. Di onjek wisata Nami Island itu memiliki restoran yang menjual produk-produk halal hingga tersedia juga mushola untuk tempat wisatawan muslim beribadah.

"Bahkan saya pernah ke Korea Selatan, di sana itu ada Nami Island, di situ ada restoran halal, ada mushola, padahal itu tempat orang datang dari seluruh dunia. Nah, itu artinya mereka memang menyiapkan layanan halal seperti itu," jelasnya.

Oleh sebab itu, Wapres menegaskan bahwa penyediaan layanan syariah adalah konsep yang dipakai untuk mewujudkan wisata halal. Bukan berarti objek wisatanya yang harus disyariatkan.

"Nah, ini yang memang kita kembangkan di daerah-daerah itu," tegasnya.

Sebagai contoh, kata Wapres, di Lombok, Nusa Tenggara Barat saat ini sudah mulai ada pendidikan pariwisata bagi santri melalui balai latihan kerja (BLK) di pesantren-pesantren yang salah satu tujuannya untuk mencetak para pemandu wisata halal.

"Santri dididik untuk bagaimana dia menjadi pemandu wisata. Nah, ini dalam rangka mengembangkan wisata halal," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini