Kian Diminati, RI Segera Atur Investasi Kripto

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 20:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 320 2407801 kian-diminati-ri-segera-atur-investasi-kripto-Vw0eaJXjIP.jpg Kemendag Segera Atur Perdagangan Kripto. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera mengatur perdagangan asset kripto. Hal ini dilakukan karena minat investasi pada kripto meningkat.

Wamendag jerry Sambuaga menilai potensi asset kripto sebagai komoditas sangat besar. Pasalnya beberapa sumber pedagang kripto menyebutkan saat ini perdagangan asset crypto sudah mencapai Rp1,7 triliun per hari. 

Omzet ini merupakan sepersepuluh omzet Bursa Efek Indonesia. Hebatnya omzet ini dicapai hanya dalam waktu beberapa tahun saja.

“Terjadi perubahan perilaku investor maupun pedagang khususnya di kalangan anak muda yang mulai melihat kriptosebagai ruang baru yang menjanjikan,” kata Jerry, Sabtu (2021)?

Baca Juga: Menteri Investasi Bawa Angin Segar Bagi Investor

Berbeda dengan negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, Indonesia tidak memperlakukan kripto sebagai mata uang (currency) tetapi sebagai asset yang bisa diperdagangankan atau komoditi. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang BI yang menetapkan bahwa mata uang yang sah adalah rupiah. Meski demikian, sambutan publik terhdapa perdagangan asset kripto sangat besar.

“Khususnya anak muda dan investor pada umumnya itu kan cara berpikirnya out of the box dan selalu mencari peluang baru. Jadi selain alternatif bursa saham saat ini mereka juga melihat crypto bisa menjadi sarana pengembangan ekonomi," ujar Jerry.

Melihat perkembangan itu, maka sudah seharusnya pemerintah untuk mengatur perdagangan. Indonesia adalah salah satu negara pertama yang mengatur perdagangan asset crypto ini.

Baca Juga: Pengusaha: Kalau Mau Bikin Ruko Izinnya Tak Perlu Sampai Jelimet

Menurut Wamendag setidaknya ada dua alasan mengapa hal itu dilakukan, pertama, untuk menjadi sarana perlindungan para pelaku perdagangan crypto. Ini berlajar dari perdagangan di berbagai komoditas yang memang terbuka bagi adanya pelanggaran satu pihak kepada pihak lain.

Kedua, menurut jerry, ini juga menjadi sarana bagi para pelaku agar asset dan arus keuangan mereka dianggap legal untuk negara. Seperti diketahui, Indonesia menerapkan aturan ketak bagi pengawasan keuangan, dan jasa keuangan. Artinya, uang dan segala asset harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, sumber maupun penggunaannya harus jelas. Ini untuk menghindari dugaan pencucian uang, pendanaan terorisme dan lain-lain.

Bagi negara sendiri, Jerry melihat aturan mengenai perdagangan asset crypto berguna bagi instrument maupun indicator dalam pengelolaan fiscal dan moneter. Secara umum, ia melihat pengaturan perdagangan asset crypto sangat diperlukan untuk mengelola ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Saat ini Kemendag melalui Bappebti sedang menggodok rencana pendirian bursa crypto. Direncanakan bursa ini bisa berdiri pada semester kedua tahun ini. Jika mulus, maka bursa akan menjadi sarana bagi perdagangan resmi. Saat ini Bappebti baru mengatur jenis-jenis asset crypto yang bisa diperdagangkan di Indonesia yang jumlahnya sekitar 229.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini