Pengusaha: Kalau Mau Bikin Ruko Izinnya Tak Perlu Sampai Jelimet

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 320 2405467 pengusaha-kalau-mau-bikin-ruko-izinnya-tak-perlu-sampai-jelimet-LDizzBSwpT.jpg Ruko (Okezone)

JAKARTA - Sampai saat ini pelaku usaha masih menghadapi sejumlah hambatan dalam berinvestasi. Apalagi untuk mendorong ekonomi RI.

Menurut Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira, hambatan tersebut bukan hanya di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) namun juga proses perizinan investasi dari hulu hingga hilir.

 Baca juga: LPI Bakal Terima Investasi Rp60 Triliun

"Memang sekarang sudah banyak perbaikan, tetapi kita berkompetisi dengan negara tetangga. Untuk itu, diperlukan suatu akselerasi sehingga keberadaan Kementerian Investasi ini menjadi bentuk solusi secara formal. Tentunya harus diikuti dengan perbaikan ekosistem usaha yang menyeluruh," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (4/5/2021).

Dia melanjutkan, kendala yang dihadapi saat ini salah satunya proses yang berkaitan dengan perizinan. Dia berharap ke depannya banyak daerah yang memiliki rencana detail tata ruang karena akan berkaitan dengan proses percepatan perizinan.

 Baca juga: LPI Prediksi Dana Infrastruktur Rp6.493 Triliun

"Dari Kementerian Investasi juga akan meluncurkan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko pada Juni nanti. Itu sangat penting menurut saya karena perizinan harus dilihat dari tingkat risikonya," ungkapnya.

Anggawira menuturkan, jika tidak mempunyai suatu risiko yang tinggi maka perizinan usaha bisa dipermudah dalam konteks memberikan suatu komitmen. Sementara bagi usaha lain seperti di bidang pertambangan, harus ada pengawasan di sektor lingkungan, namun harus ada suatu proses yang bisa mengakselerasi sehingga proses perizinan tidak terlalu lama.

"Kalau misalnya hanya mau bikin ruko, tidak perlu sampai jelimet. Jadi investasinya bisa cepat dan memang harapan saya untuk ke depannya ini pembangunan berbasis industri melalui pembangunan kawasan industri," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini