LPI Bakal Terima Investasi Rp60 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 01 Mei 2021 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 320 2403913 lpi-bakal-terima-investasi-rp60-triliun-yvnnt1jP3c.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Pengelola Investasi (LPI) mengungkap akan ada nilai investasi yang digelontorkan investor melalui skema LPI mencapai Rp60 triliun. Dana tersebut akan diperoleh usai manajemen melakukan Memorandum of Understanding (MoU).

Direktur Utama LPI, Ridha Wirakusumah menyebut, penandatanganan MoU ditargetkan akan dilakukan satu pekan atau sebulan kedepannya. Meski begitu, dia tidak merinci perusahaan mana saja yang terlibat dalam kerja sama tersebut.

Baca Juga: Aturan Baru Investasi Industri, Bye Investor Nakal!

"Mungkin, kami diberi doanya, MoU yang akan kita tanda tangan itu kira-kira Rp50 triliun hingga Rp60 triliun, itu hitungannya satu minggu atau bulan itu sudah ada," ujar Ridha saat Webinar Indonesia Muda Club, Sabtu (1/5/2021).

Manajemen LPI mencatat tetap berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Dimana, lembaga diberi kewenangan khusus (sui generis) untuk pengelolaan Investasi pemerintah pusat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Baca Juga: Investasi dan Nasib Petani, Alasan Aturan soal Rokok Ini Tidak Akan Direvisi

"Tentunya kami harus berhati-hati karena harus mengikuti governance yang berlaku, yang seperti kita selalu ikuti," kata dia.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mempersiapkan langkah besar untuk mengundang investor global untuk berinvestasi di Indonesia melalui LPI. Ada sejumlah aset negara yang tengah diperbaharui untuk ditawarkan kepada investor

Tercatat beberapa aset tengah dipersiapkan pemerintah baik bersumber dari BUMN Karya, Telekomunikasi dan Informasi, hingga sektor perbankan. Misalnya, sektor infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, dan jalan tol.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menuturkan, pembangunan infrastruktur tidak saja dilakukan oleh BUMN Karya, namun, pemerintah memberikan tempat bagi perusahaan global untuk ambil bagian dalam penggarapan proyek tersebut.

"Dalam dua tahun pertama, kami akan fokus pada aset infrastruktur, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan, saya pikir itu sangat jelas, kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kualitas aset, dan juga meluaskan kapasitas dengan mitra global, untuk membawa trafik dan penciptaan nilai setelah pandemi," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini