Ini Tips Keuangan bagi Milenial Jelang Lebaran, Jangan Lupakan Dana Darurat

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 622 2407573 ini-tips-keuangan-bagi-milenial-jelang-lebaran-jangan-lupakan-dana-darurat-H39IkjuVGl.jpg Tips Mengatur THR. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Jelang Lebaran, ada hal yang mesti diperhatikan yakni keuangan. Semua pihak harus belajar lebih menghargai uang, mengatur pengeluaran karena kondisi saat ini masih pandemi.

Lebaran atau hari raya biasanya identik dengan kondisi yang penuh pengeluaran, mulai dari kebutuhan berbelanja kue, hingga belanja pakaian, ditambah tuntutan untuk mencukupi kebutuhan finansial menjadi masalah utama setiap orang. Selain itu kewajiban untuk membayar utang, pajak, biaya hidup dan lain-lain turut membuat setiap orang sangat sulit untuk mempunyai tabungan.

Baca Juga: 5 Cara Atur Dana THR, Jangan Lupa Zakat dan Sedekah

"Saat ini milenial sangat menguasai teknologi digital, sehingga bisa memegang kendali dan menjadi ujung tombak perekonomian Indonesia," ujar Koordinator Perekonomian I, Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemenkominfo, Eko Slamet R, Sabtu (8/5/2021).

Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dapat dimanfaatkan milenial untuk mendapatkan wawasan mengenai perencanaan keuangan bagi milenial. Dengan kondisi saat ini, dikala ada kebijakan pelarangan mudik dari Pemerintah, maka seharusnya milenial dapat lebih bijaksana mengatur keuangan.

Baca Juga: Strategi Mengelola THR Lebaran agar Tidak Langsung Habis

Sementara itu, Head of Advisory Finansialku Robby Christy menjelaskan semua pihak perlu perencanaan keuangan, karena ibarat peta, perencanaan keuangan bisa mengantarkan kita ke tujuan finansial yang ingin dituju.

"Sebelum berinvestasi, kita harus mempersiapkan tabungan, asuransi, dana darurat, dan lain-lain. Nah, THR yang diperoleh sebaiknya digunakan untuk mempersiapkan dana tersebut terlebih dahulu," jelasnya.

Head of Government Project Link Aja, Marcella Wijayanti menjelaskan perencanaan keuangan harus diiringi dengan evaluasi yang baik, misalnya rencanakan dan buat pencatatan tertulis pengeluaran keuangan sekecil apapun, lalu evaluasi di akhir bulan. Kemudian buat perencanaan keuangan secara lebih baik di bulan berikutnya.

"Porsi tabungan dan investasi tidak boleh kurang dari 20% dalam 1 bulan. Sementara pengeluaran hiburan dan travelling mendapatkan porsi 30%. Sisanya digunakan untuk pengeluaran wajib seperti makan, bayar sewa, cicilan dan tagihan rutin lainnya", tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini