JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 memberikan sedikit gambaran terkait trafik penumpang kereta api pada masa mudik lebaran tahun ini. Di mana diperkirakan jumlah penumpang hingga lebaran tidak ada lonjakan.
Baca Juga: Ada Larangan Mudik, Pelaku Usaha di Jabodetabek Cuan
Kepala Humas PT KAI Daop I Eva Chairunisa mengatakan, masyarakat diperkirakan masih akan patuh pada larangan mudik lebaran pada tahun ini. Sebab jumlah penumpang pada periode menjelang lebaran tidak ada lonjakan penumpang.
“Kalau kita melihat dari data pemesananya ini tidak terlihat ada lonjakan khusus. Artinya kalau kita melihat takutnya memang mungkjn semua orang cukup memahami apa yang menjadi persyaratan untuk perjalanan KANdi tanggal 6 sampai 17 Mei,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (11/5/2021).
Baca Juga: Polisi: Balik Ke Jabodetabek, Pemudik Wajib Bawa Surat Swab Antigen
Saat ditanya mengenai perkiraan jumlah penumpang pada periode lebaran. Sebab menurut Eva, data penumpang saat ini masih random alias tidak menentu.
“Kalau kita lihat penumpangnya melalui data pemesanan ini datanya tidak stabil perlahan naik. Kalau di sini datanya random. Ada data di hari-hari tertentu yang lebih tinggi kemudian rendah lagi,” jelasnya.
Namun menurut Eva, okupansi penumpang tidak sampai menyentuh angka 50% dari jumlah kursi yang tersedia. Pada larangan mudik lebaran tahun ini, KAI menyediakan 7 Kereta Api (KA) yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir.
“Kita enggak bisa karena data oemesanan juga tidak bisa dijadikan data valid intinya kalau dari sisi okupansi tidak sampai 50% dari total ketersediaan tempat duduk yang ada pada 7 perjalanan KA,” jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.