Kisah Polisi Raup Ratusan Juta dari Budidaya Ikan Nila

Kamis 13 Mei 2021 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 455 2409493 kisah-polisi-raup-ratusan-juta-dari-budidaya-ikan-nila-V8Gonszf4w.jpg Ipda Dede saat Panen Ikan Nila. (Foto: Okezone.com/KR Jogja)

JAKARTA - Dede Adi Pramugita mampu meraup banyak keuntungan dari budidaya ikan nila. Dede yang juga seorang polisi mengaku iseng dalam mengisi waktu senggang selepas dinas dengan memelihara panen ikan nila.

Tak tanggung-tanggung, dari 7 kolam ikan yang ditaburi bibit nila, Aipda Dede mampu meraup omzet bersih Rp70 juta tiap kali panen.

Baca Juga: Mau Mulai Bisnis Fotografi, Begini Caranya

“Saya ini kan paling tidak bisa kalau berdiam diri di rumah, apalagi saat sedang lepas dinas. Kemudian tahun 2019, saya iseng mencoba bertani nila. Awalnya hanya satu kolam, ternyata hasilnya lumayan, sehingga saya kembangkan dan kini ada tujuh kolam,” ungkap Dede ditemui di kolamnya di Dusun Sebrang Wetan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, dikutip dari KRJogja.

Dari ketujuh kolam itu, Dede mengakui sebagian besar merupakan tanah yang ia sewa dari desa. Satu kolam ikan, rata-rata berukuran 600 hingga 900 meter persegi. Dari sekitar 4 kuintal bibit yang ia tabur tiap satu kolam, ia mampu panen nila sebanyak 2,9 ton. Nila sudah siap panen saat usia 3 bulan 10 hari sejak bibit dimasukkan ke dalam kolam.

Baca Juga: Pedoman Rasulullah dalam Berbisnis, Jangan Memaksakan Diri Bekerja di Luar Kemampuan

Dalam bertani nila, ia memilih metode kincir angin yang bertujuan untuk menambah oksigen ikan-ikannya.

“Fungsi kincir untuk menambah oksigen, dengan banyaknya oksigen maka nafsu makan ikan juga lebih tinggi sehingga berdampak pada hasil panen,” jelasnya.

Ikan nila menjadi pilihannya, karena gampang dipelihara. Selain itu, nila juga jarang terserang penyakit dan permintaan pasar yang tinggi. Dede mengakui pernah mengalami titik terendah dari usahanya itu, yakni penjualan nila mengalami penurunan pada awal-awal pandemi. Namun sejak awal tahun 2021, permintaan nila kembali normal bahkan ia mengaku kewalahan melayani permintaan dari ‘bakul’ ikan.

“Saya lakukan usaha ini semua di luar jam dinas, sehingga tidak menganggu tugas pokok sebagai seorang anggota polisi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini