Vaksin Gotong Royong, Tidak Semua Karyawan Dapat

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Jum'at 14 Mei 2021 05:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 13 320 2409872 vaksin-gotong-royong-tidak-semua-karyawan-dapat-IceRgXhP8K.jpg Vaksin Gotong Royong Segera Dilaksanakan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Vaksinasi gotong royong bagi karyawan swasta akan dilaksanakan secara bertahap. Keputusan tersebut merupakan hasil kajian antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Bio Farma, dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dalam skemanya, pemerintah masih memprioritaskan perusahaan padat karya dan perusahaan yang masuk dalam zona merah Covid-19.

"Iya, tapi kan inikan baru mungkin beberapa perusahaan, saya gak hafal detailnya, yang berdasarkan diskusi, berdasarkan prioritas mana dulu baik itu dari Kadin, Bio Farma sudah diskusi dengan Kementerian kesehatan. Kemenkes ada arahan mana-mana saja yang diprioritaskan, contohnya per zone atau zona merah dulu kan, atau perusahaan yang padat karya atau mempunyai resiko tinggi," ujar Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

Pemerintah sendiri telah menetapkan harga vaksinasi gotong royong sebesar Rp500.000. Jumlah itu terbagi atas Rp375.000 untuk satu dosis vaksin Covid-19 dan penyuntikan senilai Rp125.000. Per karyawan akan mendapatkan dua dosis vaksin. Dengan begitu, total biaya vaksin gotong royong untuk satu karyawan sebesar Rp1 juta.

Proses vaksinasi Covid-19 ini dibebankan kepada perusahaan swasta. Dimana, swasta wajib membeli vaksin mandiri ke pemerintah atau BUMN. Kemudian, diberikan secara gratis kepada karyawan dan keluarganya. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah Sinopharm dan CanSino

Baca selengkapnya: Vaksin Gotong Royong Rp500.000 Tak Bisa Langsung Semua Karyawan

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini