IHSG Kian Anjlok, Investor Disarankan Beli Saham saat Level 5.600

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 278 2411576 ihsg-kian-anjlok-investor-disarankan-beli-saham-saat-level-5-600-WCye5LE7ZE.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian tertekan pada perdagangan hari ini. Sempat dibuka rebound, namun IHSG kembali melemah ke level 5.792. Pada pembukaan tadi pagi, IHSG menguat ke 5.839

Ekonom PT Panin Sekuritas Hosianna Evalita Situmorang menuturkan, adanya katalis yang kurang positif dari global masih memberikan tekanan bagi pergerakan IHSG.

"Walaupun di penutupan kemarin agak sedikit rebound, tapi kalau kita lihat masih ada potensi di awal pembukaan nanti untuk dibuka positif. Tapi memang kalau untuk stay di zona positif itu memang masih penuh banyak tantangan,” katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga: 414 Saham Merah, IHSG Anjlok 1,76% ke 5.833 

Sementara itu, menurut Hosianna, dari domestik yang bisa menjadi kekhawatiran investor adalah lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran. Akan tetapi, dengan adanya vaksinasi dan protokol kesehatan yang sudah cukup disiplin tentu ini memberikan optimisme bagi market.

Lanjutnya, saat ini para investor sedang menantikan kestabilan makro ekonomi dan bagaimana prospek pemulihan ekonomi dari penanganan Covid-19. Namun, kasus Covid-19 memang masih menjadi tantangan hampir di seluruh negara.

“Kekhawatiran inflasi ini kan sebenarnya nanti ekspetasi peningkatan yield, tapi ternyata yield obligasinya masih cukup stabil. Jadi, harusnya ini bisa memberikan confidence juga untuk investor,” ujar Hosianna.

Di sisi lain, Hosianna menjelaskan, IHSG mengalami pola bearish. Kata dia, kondisi tersebut justru memberi peluang untuk akumulasi beli.

“Kita melihat di 5.800-an kemarin itu memang sudah cenderung trennya ada potensi patah. Tapi sebenarnya kalau kita lihat walaupun nanti IHSG melanjutkan pelemahan, misalnya menuju ke 5.600 gitu paling worse-nya kita lihat ini justru peluang akumulasi beli,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini