Vaksinasi Gotong Royong, Pengusaha: Kesehatan Tulang Punggung Perekonomian

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 320 2411636 vaksinasi-gotong-royong-pengusaha-kesehatan-tulang-punggung-perekonomian-cKTNkRsMnJ.jpg Vaksin (Shutterstock)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Kadin Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid mengatakan vaksinasi Gotong Royong telah dilakukan secara serentak untuk para pekerja dari belasan perusahaan yang tersebar diberbagai lokasi di Jabodetabek.

Adapun, kesehatan merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan harus diprioritaskan. Karena itu, sebagai dukungan dunia usaha kepada pemerintah dalam upaya mempercepat pemberian vaksin Covid-19, Kadin turut menggelar program Vaksinasi Gotong Royong tersebut.

"Kesehatan merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Karena itu, Kadin turut mendukung pemerintah untuk mempercepat dan memperluas jangkauan vaksinasi Covid-19," kata Arsjad Rasjid di Jakarta, Selasa (17/5/2021).

Untuk diketahui, melalui program Vaksinasi Gotong Royong, dunia usaha turut mendukung program vaksinasi nasional untuk membangun herd immunity lebih cepat.

"Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan rasa aman dan keyakinan untuk kembali beraktivitas, serta kembali menggerakkan roda usaha," katanya.

Baca Juga: Begini Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut terdapat 19 perusahaan yang telah memulai melaksanakan program Vaksinasi Gotong Royong pada hari ini. Belasan perusahaan tersebut bergerak di sektor manufaktur.

"Hari ini saya mengunjungi PT Unilever Indonesia Tbk yang bersama-sama dengan 18 perusahaan lain telah memulai Vaksinasi Gotong Royong," kata Jokowi.

Melalui Vaksinasi Gotong Royong ini, lanjut Jokowi, perusahaan memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada seluruh karyawan. Jokowi pun mengapresiasi sinergi dan kerja sama sektor swasta dengan pemerintah ini.

"Kami harapkan Vaksinasi Gotong Royong ini bisa mempercepat proses vaksinasi yang dilakukan," ujar Jokowi.

Baca Juga: Jokowi: Beli Vaksin Bukan Barang Mudah, Rebutan 215 Negara

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini