Gojek-Tokopedia Merger, Grab Bisa Apa?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 320 2411856 gojek-tokopedia-merger-grab-bisa-apa-9BUNoKJQcd.jpg Gojek Merger dengan Tokopedia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA Gojek dan Tokopedia merger dalam rangka pengembangan industri yang lebih luas. Lantas bagaimana dengan efek pada kompetitornya?

Pakar Marketing Yuswohady menilai, penggabungan Gojek dan Tokopedia berdampak luas bagi para pesaingnya. Jika tidak diselaraskan, perusahaan lain akan tertinggal dan dapat ditelan oleh Grup GoTo tersebut.

Secara global, Gojek dan Tokopedia sama-sama meliliki banyak pengguna di Indonesia. Tokopedia menjadi salah satu e-commers yang memberdayakan 90% penjual berskala mikro. Sementara Gojek memiliki banyak pengguna setianya.

Baca Juga: Ini yang Bakal Terjadi Usai Gojek-Tokopedia Merger

“Data konsumen Gojek dan data konsumen Tokopedia akan digabungkan. Sistem yang sudah terbangun nanti diintegrasikan, itu nanti akan menciptakan situasi yang luar biasa menjadi jauh lebih bagus,” jelas Yuswohady, pakar marketing kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (18/5/2021).

Menurutnya, efek merger tersebut akan berdampak pada kompetitornya yang memiliki gerak terbatas apabila tidak memiliki investor yang besar. Akibatnya industri akan semakin mengecil dan tertinggal.

Baca Juga: Jejak Karier Bos GoTo, Andre Soelistyo dan Patrick Cao

“Bisa diprediksi bahwa mergernya Gojek-Tokopedia bakal dilakukan kompetitor, cuman memang pemain sama yang serupa dengan Gojek cuma beberapa. Misalnya Grab dengan Shopee. Dia akan cari teman untuk membangun ekosistem. Ke depannya akan ada compacting group atau compacting ecosystem yang melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Yuswohady menuturkan, jika kompetitor tidak cepat mengikuti, maka fenomena tersebut bakal terjadi seperti yang ada di Amerika yakni Amazon, Facebook, Google, dan Apple yang memiliki kekuatan yang besar dan sulit untuk diambil.

“Beda halnya dengan Instragram yang masih kecil, sebelum menjadi besar, sudah diambil dulu oleh Facebook. Grab juga memiliki investor kakap. Apabila Grab tidak segera mengikuti Gojek maka akan tertinggal jauh dan dapat dibeli. Nama Grab akan hilang dan masyarakat sudah tidak dapat menikmati pelayanan dari Grab kembali,” pungkasnya..

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini