Share

Bantah Dagang Vaksin Gotong Royong, Erick Thohir: Kita Habiskan Rp77 Triliun demi Vaksin Gratis

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 320 2412544 bantah-dagang-vaksin-gotong-royong-erick-thohir-kita-habiskan-rp77-triliun-demi-vaksin-gratis-nEfBjS11N1.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa jumlah anggaran pengadaan vaksin Covid-19 mencapai Rp77 triliun. Vaksin tersebut tetap diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Menurutnya anggaran yang digelontorkan pemerintah semata-mata membentuk herd immunity atau kekebalan tubuh 181,5 juta warga atau setara 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

“Jumlahnya di Indonesia 181,5 juta penduduk yang perlu vaksinasi. Pengadaan vaksin luar biasa besar karena jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, hampir Rp 77 triliun, dimana, vaksin dibeli dan dibagikan secara gratis," ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Rabu (19/5/2021).

Baca Juga: Jokowi Akui Suplai Vaksin Gotong Royong Bermasalah

Meski pemerintah harus menanggung harga pengadaan vaksin Covid-19 dengan jumlah yang besar, Mantan Bos Inter Milan itu mencatat, tidak ada niatan negara mencari keuntungan dari program vaksinasi nasional.

"Saya bilang tolong konteksnya jangan dilihat seakan-akan pemerintah hadir mencari margin atau keuntungan. Pemerintah sudah mengeluarkan Rp 77 triliun untuk pengadaan vaksin gratis dan saya rasa ini merupakan salah satu terbesar di dunia yang kita harus apresiasi," tutur dia.

Pemerintah tidak menutup mata untuk membuka kerja sama dengan negara lain untuk memperluas jumlah vaksin Covid-19 di Indonesia.

Saat ini otoritas sudah berkoordinasi dengan sejumlah produsen farmasi asing untuk menambah jumlah vaksin di Tanah Air. Misalnya, komitmen dengan CanSino Biologics Inc, produsen vaksin asal China, dan Sinopharm.

Baca Juga: Vaksin Gotong Royong, Tidak Semua Karyawan Dapat

Untuk Sinopharm ditargetkan sebanyak 15 juta dosis vaksin yang akan didatangkan hingga Desember 2021 mendatang. Jenis vaksin ini akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong dengan menyasar 7,5 juta karyawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini