Vaksinasi Covid-19 Belum Sasar Anak Muda, Ini Penjelasan Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 320 2412776 vaksinasi-covid-19-belum-sasar-anak-muda-ini-penjelasan-erick-thohir-KjLbh2MFsd.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Pemerintah sampai saat ini belum memutuskan untuk memberikan vaksinasi bagi pelajar berusia 18 tahun ke bawah atau kategori anak usia muda. Meskipun ada jenis vaksin Covid-19 yang bisa digunakan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan, vaksinasi bagi usia muda belum menjadi kebijakan internasional. Dengan begitu, otoritas Indonesia tetap melaksanakan vaksinasi nasional berdasarkan ketentuan organisasi kesehatan dunia (WHO).

"Mengenai sentra vaksin dilebarkan ke usia muda, saat ini pemerintah belum memutuskan untuk vaksinasi di usia muda. Data-data dari vaksin dunia, baru ada beberapa jenis vaksin yang dianggap bersahabat untuk usia muda dan belum menjadi kebijakan internasional saat ini," ujar Erick, Kamis (20/5/2021).

Kementerian BUMN menegaskan, target vaksinasi kepada 70% atau 181,5 juta penduduk Indonesia masih menjadi fokus pemerintah saat ini. Di mana, target itu diupayakan bisa terealisasi pada awal 2022.

Baca Juga: Vaksin Gotong Royong, Erick Thohir: Jangan Dilihat Seakan-akan Pemerintah Cari Untung

Dalam catatan pemerintah, 70% dari total keseluruhan warga Indonesia tidak termasuk anak-anak berusia muda atau berusia di bawah 18 tahun. "Toh kita masih harus mencapai 70% dari penduduk di awal tahun depan, jadi kita fokus ke situ dulu," katanya.

Adapun jumlah anggaran pengadaan vaksin Covid-19 mencapai Rp 77 triliun. Vaksin tersebut tetap diberikan secara gratis kepada masyarakat. Erick menyebut, anggaran yang digelontorkan pemerintah semata-mata membentuk herd immunity atau kekebalan tubuh warga.

Pemerintah tidak menutup mata untuk membuka kerja sama dengan negara lain untuk memperluas jumlah vaksin Covid-19 di Indonesia.

Saat ini otoritas sudah berkoordinasi dengan sejumlah produsen farmasi asing untuk menambah jumlah vaksin di Tanah Air. Misalnya, komitmen dengan CanSino Biologics Inc, produsen vaksin asal China, dan Sinopharm, untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong bagi perusahaan berbadan hukum Indonesia.

Baca Juga: Erick Thohir Tambah Jumlah Vaksin Gotong Royong Sinopharm dan Cansino

Untuk Sinopharm ditargetkan sebanyak 15 juta dosis vaksin yang akan didatangkan hingga Desember 2021 mendatang dengan menyasar 7,5 juta karyawan. Sedangkan, Cansino akan men-supply 12,5 juta dengan target penyuntikan kepada 5 juta karyawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini