Vaksin Gotong Royong, Erick Thohir: Jangan Dilihat Seakan-akan Pemerintah Cari Untung

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 320 2412449 vaksin-gotong-royong-erick-thohir-jangan-dilihat-seakan-akan-pemerintah-cari-untung-30Sjfdfd0L.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah sangat terbuka terkait vaksin gotong royong, termasuk soal harga. Erick menegaskan bahwa tidak ada komersialisasi harga vaksin gotong royong.

Harga vaksin Covid-19 ditetapkan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sebesar Rp1 juta per orang.

Baca Juga: Jokowi Akui Suplai Vaksin Gotong Royong Masih Bermasalah

"Mengenai harga, sejak awal kami dari Kementerian BUMN sangat terbuka. Kita tidak berpikir untuk komersialisasi daripada vaksin Covid-19 sendiri," ujar Erick Rabu, (17/5/2021).

Dalam skemanya, setiap karyawan akan mendapatkan dua kali suntikan dosis vaksin Covid-19. Satu kali suntikan dibebankan sebesar Rp500.000. Jumlah itu terbagi atas Rp375.000 satu dosis vaksin dan satu kali penyuntikan senilai Rp125.000.

Baca Juga: Erick Thohir Tambah Jumlah Vaksin Gotong Royong Sinopharm dan Cansino

Dengan begitu, total biaya vaksin gotong royong untuk satu orang sebesar Rp1 juta. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah Sinopharm dan CanSino. Sementara tarif vaksin ditanggung perusahaan swasta dan bukan negara.

Untuk masyarakat umum, pemerintah tetap memberikan vaksin secara gratis. Saat ini nilai pengadaannya mencapai Rp 77 triliun. Bahkan, jumlah tersebut diklaim paling tinggi di dunia.

Meski dana pengadaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu harus digelontorkan dengan jumlah besar, pemerintah tidak mencari keuntungan dalam program penanganan pandemi Covid-19.

"Saya bilang tolong konteksnya jangan dilihat seakan-akan pemerintah hadir mencari margin atau keuntungan. Pemerintah sudah mengeluarkan Rp77 triliun untuk pengadaan vaksin gratis dan saya rasa ini merupakan salah satu terbesar di dunia yang kita harus apresiasi," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini