Share

Wall Street Akhirnya Menguat Ditopang Saham Google hingga Apple

Jum'at 21 Mei 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 278 2413294 wall-street-akhirnya-menguat-ditopang-saham-google-hingga-apple-1eg1EbE89H.jpg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Indeks-indeks utama Wall Street rebound pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Wall Street menguat setelah penurunan tiga hari, didukung oleh reli saham-saham teknologi ketika klaim pengangguran mingguan terendah sejak dimulainya resesi yang didorong pandemi mengangkat sentimen investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 188,11 poin atau 0,55%, menjadi menetap di 34.084,15 poin. Indeks S&P 500 bertambah 43,44 poin atau 1,06%, menjadi ditutup pada 4.159,12 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 236,00 poin atau 1,77% menjadi berakhir di 13.535,74 poin, dilansir dari Antara, Jumat (21/5/2021).

Baca Juga: 3 Indeks Utama Wall Street Kompak Melemah

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi dan jasa komunikasi masing-masing terangkat 1,87% dan 1,67%, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor energi kehilangan 0,12%, satu-satunya kelompok yang menurun.

Saham-saham raksasa teknologi AS, yang disebut grup FAANG terdiri dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi.

Baca Juga: Wall Street Melemah Terseret Saham Telekomunikasi, Dow Jones Turun 267 Poin

Bitcoin menarik kembali beberapa kerugian untuk diperdagangkan mendekati 40.000 dolar AS sehari setelah aksi jual yang brutal, membantu memperbarui selera terhadap risiko. Operator bursa kripto Coinbase Global terangkat 3,83%, sementara penambang kripto Riot Blockchain dan Marathon Digital Holdings masing-masing naik 0,17% dan 0,83%.

โ€œAda risiko besar, risiko regulasi, terhadap kripto yang tidak sepenuhnya tidak disadari,โ€ kata Jay Hatfield, pendiri dan kepala eksekutif Infrastructure Capital Management di New York. โ€œBank sentral memonopoli mata uang. Jadi kami hanya berpikir bahwa agak mengejutkan mereka tidak memberlakukan monopoli itu."

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini